Stok Rudal Pencegat di Teluk Tinggal Hitungan Hari, Rawan Jadi Target Empuk Iran
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Stok Rudal Pencegat di Teluk Tinggal Hitungan Hari, Rawan Jadi Target Empuk Iran

Arahan News - Negara-negara di kawasan Teluk Persia menghadapi ancaman serius dari serangan drone dan rudal Iran, dengan kekhawatiran meningkat terkait stok rudal pencegat yang semakin menipis.

Awal Kejadian

Dalam tiga hari terakhir, serangan terhadap negara-negara Teluk mencatatkan angka yang signifikan, dengan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi target 174 rudal balistik, delapan rudal jelajah, dan 689 drone. Bahrain melaporkan 70 rudal balistik yang masuk, sedangkan Kuwait dan Qatar juga mengalami serangan yang menargetkan fasilitas penting seperti Kedutaan Besar AS dan pembangkit listrik.

Perkembangan

Para pakar, termasuk Fabian Hoffmann dari Universitas Oslo, memperingatkan bahwa intensitas penggunaan rudal pencegat yang diperlukan untuk melawan serangan ini tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Hoffmann menegaskan bahwa UEA hanya memiliki kurang dari 1.000 rudal pencegat, Kuwait sekitar 500, dan Bahrain kurang dari 100 unit. Sementara itu, Pentagon juga mengalami kekurangan stok rudal Patriot karena sebagian besar telah dialokasikan untuk Ukraina, memaksa negara-negara Teluk untuk melakukan penjatahan dan menggunakan taktik yang lebih selektif dalam menghadapi ancaman.

Kondisi Terakhir

Pemerintah UEA dan Qatar berusaha menenangkan kekhawatiran publik dengan menyatakan bahwa mereka memiliki sistem pertahanan udara yang cukup dan cadangan amunisi strategis. Namun, analis keamanan memperingatkan bahwa fasilitas energi di kawasan ini sangat rentan terhadap serangan drone, yang dapat menyebabkan kerusakan parah. Peneliti dari Carnegie Endowment for International Peace menggarisbawahi perlunya adopsi strategi pertahanan yang lebih baik untuk menghadapi ancaman baru ini.