Yunani Perkenalkan Kebijakan Jam Kerja 13 Jam Sehari, Mengundang Protes Besar-besaran
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Yunani Perkenalkan Kebijakan Jam Kerja 13 Jam Sehari, Mengundang Protes Besar-besaran

Yunani saat ini tengah menghadapi protes luas terkait kebijakan baru yang mengusulkan jam kerja 13 jam sehari untuk sektor swasta. Kebijakan ini menjadikan Yunani sebagai negara pertama di Uni Eropa yang menerapkan durasi kerja yang lebih panjang, yang dipandang oleh banyak pihak sebagai langkah mundur dalam perlindungan hak-hak pekerja.

Kebijakan Pemerintah Yunani

Pemerintah Yunani, melalui partai New Democracy, mengusulkan kebijakan ini dengan tujuan untuk meningkatkan fleksibilitas pasar tenaga kerja, terutama di sektor industri, ritel, dan layanan. Di bawah kebijakan ini, pekerja yang bekerja enam hari dalam seminggu akan mendapatkan kompensasi 40 persen lebih banyak dari gaji reguler mereka pada hari kerja keenam.

Menurut Menteri Tenaga Kerja Yunani, Niki Kerameus, kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja terampil dan menyesuaikan kebutuhan ekonomi yang terus berkembang. "Fleksibilitas jam kerja ini penting untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang dinamis," ungkapnya.

Gelombang Protes Masyarakat

Pengumuman kebijakan ini telah memicu gelombang protes di seluruh Yunani. Pada tanggal 13 Oktober 2025, aksi mogok besar-besaran dilakukan, melibatkan ribuan pekerja dan serikat pekerja yang menuntut pemerintah untuk membatalkan kebijakan tersebut. Mereka berargumen bahwa kebijakan ini akan merusak keseimbangan kehidupan kerja dan berdampak negatif terhadap kesejahteraan sosial pekerja.

Serikat pekerja publik Yunani, ADEDY, menyatakan keberatan mereka terhadap kebijakan ini, menekankan bahwa jam kerja yang lebih panjang dapat mengancam kehidupan keluarga dan sosial pekerja serta berpotensi melegalkan eksploitasi berlebihan. Banyak pekerja khawatir mereka akan terpaksa menerima jam kerja panjang tanpa kompensasi yang memadai di tengah persaingan ketat di pasar kerja.

Perbandingan dengan Negara Lain

Ketika membandingkan dengan negara lain yang juga menerapkan jam kerja panjang, seperti India dan Bangladesh, pekerja di Yunani akan segera menetapkan jam kerja hingga 65 jam seminggu jika mereka bekerja 13 jam sehari selama lima hari kerja. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata jam kerja internasional.

Data dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa pekerja di India rata-rata bekerja 56 jam seminggu, sementara di Bangladesh, pekerja di sektor manufaktur sering kali bekerja lebih dari 50 jam seminggu. Meskipun ada anggapan bahwa jam kerja panjang dapat meningkatkan produktivitas, kenyataannya sering kali berdampak pada kesehatan mental dan fisik pekerja.

Di sisi lain, negara-negara Eropa seperti Belanda memiliki standar jam kerja yang jauh lebih pendek, dengan rata-rata 29.8 jam seminggu. Ini menunjukkan bahwa pengurangan jam kerja dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja tanpa mengorbankan produktivitas. Kebijakan baru di Yunani tampaknya bertentangan dengan tren pengurangan jam kerja yang mulai berkembang di banyak negara Eropa.