Vatikan Menolak Bergabung dengan Dewan Perdamaian, Menyoroti Ketidakjelasan dalam Struktur Internasional
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Vatikan Menolak Bergabung dengan Dewan Perdamaian, Menyoroti Ketidakjelasan dalam Struktur Internasional

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Vatikan, melalui Sekretaris Negara Kardinal Pietro Parolin, secara resmi menyatakan tidak akan bergabung dengan Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam konferensi pers pada Selasa, 17 Februari 2026, Parolin menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena karakter unik Takhta Suci yang berbeda dari negara-negara lain.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan dengan pejabat pemerintah Italia di Palazzo Borromeo, Roma, bertepatan dengan peringatan Pakta Lateran 1929 yang mengakui kedaulatan Negara Kota Vatikan. Parolin menegaskan bahwa posisi Takhta Suci tidak sebanding dengan negara-negara peserta lainnya dalam forum tersebut.

"Takhta Suci tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian karena sifatnya yang khusus, yang jelas berbeda dengan negara-negara lain," kata Parolin.

Ketika ditanya mengenai keputusan Italia untuk berpartisipasi sebagai pengamat, Parolin menyebutkan adanya beberapa aspek yang masih membingungkan. "Ada beberapa poin yang agak membingungkan. Ada poin-poin penting yang perlu dijelaskan," ungkapnya.

Parolin juga menyoroti isu-isu krusial yang dinilai belum teratasi, khususnya berkaitan dengan peran lembaga internasional yang menangani konflik global. "Yang penting adalah upaya sedang dilakukan untuk memberikan jawaban. Namun, bagi kami, ada beberapa isu kritis yang perlu diselesaikan," tambahnya.

Salah satu kekhawatiran utama yang diungkapkan oleh Parolin adalah mengenai peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mengelola situasi krisis internasional. "Di tingkat internasional, utamanya PBB yang mengelola situasi krisis ini. Ini salah satu poin yang telah kami tekankan," katanya.

Sebelumnya, pada 21 Januari, Vatikan menyatakan masih mengevaluasi kemungkinan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian. Namun, keputusan untuk tidak bergabung kini telah final. Dewan Perdamaian dirancang sebagai badan independen di luar struktur PBB dan berfokus pada penyelesaian konflik global, termasuk di Gaza. Lebih dari 25 negara, termasuk Argentina, Israel, El Salvador, Paraguay, dan Indonesia, telah menyatakan niat untuk bergabung.

Di kesempatan yang sama, Parolin juga membahas perkembangan terkini terkait perang di Ukraina, menggambarkan situasi yang stagnan dan penuh keprihatinan. "Ada pesimisme yang besar. Kedua pihak tampaknya belum membuat kemajuan nyata menuju perdamaian, dan sungguh tragis bahwa setelah empat tahun kita masih di titik ini," tuturnya.