Trump Umumkan Tarif 25 Persen untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan kebijakan tarif baru yang memberlakukan tarif sebesar 25 persen untuk semua negara yang melakukan bisnis dengan Iran. Kebijakan ini diumumkan pada hari Senin, 12 Januari 2026, dan efektif berlaku segera. Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform media sosial Truth Social.
Trump menegaskan bahwa perintah ini bersifat final dan mengikat. Namun, rincian lebih lanjut mengenai cakupan dan dasar hukum dari tarif tersebut belum dipublikasikan. Seorang pejabat Gedung Putih menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai unggahan tersebut.
Tarif sebelumnya yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump, termasuk tarif yang dikenakan pada bulan April 2025 dan terkait dugaan perdagangan fentanyl, dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act atau IEEPA). Namun, belum ada konfirmasi resmi apakah tarif baru ini juga akan berdasarkan undang-undang yang sama.
Latar Belakang Protes di Iran
Saat kebijakan tarif diumumkan, Iran tengah mengalami gelombang protes anti-pemerintah yang dimulai pada 28 Desember 2025. Protes tersebut dipicu oleh frustrasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang sulit, termasuk inflasi tinggi, melonjaknya harga kebutuhan pokok, dan depresiasi mata uang rial. Aksi demonstrasi awalnya berfokus pada isu-isu ekonomi, namun kemudian berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas, meluas ke seluruh 31 provinsi di Iran.
Kelompok pemantau hak asasi manusia melaporkan bahwa lebih dari 500 orang, termasuk pengunjuk rasa dan personel keamanan, telah tewas dalam konflik tersebut, dengan lebih dari 10.600 orang ditangkap. Pemerintah Iran juga memberlakukan pemadaman internet nasional sejak awal Januari 2026, yang menghambat aliran informasi baik di dalam maupun luar negeri.
Pemerintah Iran menuding ada keterlibatan kekuatan asing, termasuk Amerika Serikat dan Israel, dalam memicu kerusuhan tersebut. Meski demikian, beberapa pejabat Iran menyatakan kesiapan untuk menghadapi potensi ancaman eksternal, sambil tetap membuka peluang untuk negosiasi.
Respons AS dan Komunitas Internasional
Dengan melalui kebijakan tarif ini, Trump meningkatkan tekanan terhadap Tehran seiring dengan eskalasi protes yang terjadi. Ia juga memberikan dukungan kepada para demonstran yang menuntut perubahan di Iran.




