Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di NTT: Seruan untuk Perlindungan Anak
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan pentingnya peran negara dalam melindungi anak-anak dari beban hidup yang berat. Pernyataan ini diungkapkan sebagai respons terhadap peristiwa memilukan yang terjadi di Ngada, Nusa Tenggara Timur, di mana seorang siswa SD berusia 10 tahun diduga melakukan bunuh diri akibat keterbatasan ekonomi.
Dalam pernyataannya, Ari menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan belajar anak seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Ia menyatakan, "Jangan biarkan anak-anak memikul beban hidup sendirian, apalagi hal ini terkait dengan pemenuhan kebutuhan belajarnya yang seharusnya ditanggung negara."
Kasus ini mencuat setelah YBS, siswa kelas IV, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dahan pohon cengkih pada Kamis, 29 Januari 2026. Sebelumnya, YBS meminta uang kepada ibunya, MGT, untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp 10.000. MGT, yang merupakan seorang janda dengan lima anak, menjelaskan bahwa keluarga mereka tergolong miskin dan sulit untuk mendapatkan uang bahkan untuk kebutuhan kecil tersebut.
Ari menilai kejadian ini sebagai alarm bagi semua pihak, terutama dalam hal perlindungan anak dari tekanan ekonomi yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan pendidikan mereka. Ia menekankan pentingnya penguatan jaring pengaman sosial di sekolah agar tidak ada anak yang merasa terbebani karena masalah ekonomi.
Sementara itu, Ari juga mengingatkan orang tua dan lingkungan terdekat untuk lebih peka terhadap kondisi mental anak. Ia mengimbau agar keluhan sekecil apapun tidak dianggap remeh dan dukungan emosional diberikan secara aktif.
Tragedi kematian YBS menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan mental harus diatasi dengan serius. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami masalah serupa, penting untuk mencari bantuan. Layanan konseling dapat menjadi pilihan untuk meringankan beban psikologis.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan kesehatan jiwa dan konseling, Anda dapat mengunjungi Into the Light Indonesia.




