Survei Kebiasaan Membaca Global: AS Teratas, Indonesia Peringkat 31 dan Ungguli Korea Selatan
Minat baca di berbagai negara menunjukkan perbedaan yang dipengaruhi oleh faktor budaya, akses pendidikan, hingga perkembangan teknologi. Gambaran ini terekam dalam survei CEO World yang melibatkan lebih dari 6,5 juta responden di 102 negara.
Hasil survei tersebut menempatkan Amerika Serikat sebagai negara dengan rata-rata durasi membaca tertinggi, yakni 357 jam per tahun atau setara sekitar 17 buku per tahun. India berada tepat di bawahnya dengan 352 jam per tahun atau sekitar 16 buku per tahun.
Menariknya, pembaca di Amerika Serikat dan India disebut masih lebih menyukai buku cetak dibandingkan e-book maupun audiobook, meski konsumsi media digital terus meningkat.
Pasar buku global dan peran membaca
Di tingkat global, pasar buku mencapai nilai 144,67 miliar dollar AS pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 1,8 persen pada periode 2024–2030. Laporan tersebut menyoroti perubahan kebiasaan membaca di berbagai negara, sekaligus menunjukkan bahwa buku tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga pelarian dari tekanan kehidupan sehari-hari.
Aktivitas membaca juga dinilai memberi ruang bagi banyak orang untuk berhenti sejenak, memperluas perspektif, dan menemukan inspirasi baru.
10 negara paling rajin membaca
Dikutip dari World Population Review (WPR) pada Rabu (19/11/2025), berikut daftar negara dengan durasi membaca tertinggi:
- Amerika Serikat: 357 jam/tahun (±17 buku/tahun)
- India: 352 jam/tahun (±16 buku/tahun)
- Inggris Raya: 343 jam/tahun (±15 buku/tahun)
- Prancis: 305 jam/tahun (±14 buku/tahun)
- Italia: 278 jam/tahun (±13 buku/tahun)
- Rusia: 223 jam/tahun (±11 buku/tahun)
- Australia: 217 jam/tahun (±10 buku/tahun)
- Spanyol: 187 jam/tahun (±9 buku/tahun)
- Belanda: ±187 jam/tahun (±8 buku/tahun)
- Swiss: 157 jam/tahun (±6,9 buku/tahun)
Posisi Indonesia
Indonesia berada di peringkat 31 dari 102 negara dengan durasi membaca 129 jam per tahun, setara dengan 5,91 buku per tahun. Di bawah Indonesia, Meksiko menempati peringkat 32 dan Korea Selatan berada di urutan 33.
Meski belum masuk kategori negara dengan durasi baca tinggi, capaian ini menempatkan Indonesia pada posisi menengah dalam daftar global.
Negara dengan durasi baca terendah
Dalam daftar yang sama, beberapa negara berada di peringkat terbawah karena durasi membaca rata-rata kurang dari satu jam per minggu. Tiga posisi terbawah adalah:
- Pakistan (peringkat 100): 60 jam/tahun (±2,6 buku/tahun)
- Brunei (peringkat 101): 60 jam/tahun (±2,59 buku/tahun)
- Afghanistan (peringkat 102): 58 jam/tahun (±2,56 buku/tahun)
Rendahnya durasi membaca di sejumlah negara tersebut dikaitkan dengan faktor sosial ekonomi, keterbatasan fasilitas perpustakaan, serta rendahnya akses terhadap buku.




