Sri Lanka Kembali Menjadi Negara Berpenghasilan Menengah Atas Pasca Krisis Ekonomi
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Sri Lanka Kembali Menjadi Negara Berpenghasilan Menengah Atas Pasca Krisis Ekonomi

Arahan News - Bank Dunia resmi menaikkan status Sri Lanka menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas pada 2026, hanya tiga tahun setelah negara tersebut mengalami krisis ekonomi terburuk yang hampir menghancurkan perekonomiannya.

Awal Kejadian

Krisis ekonomi Sri Lanka dimulai dari serangkaian guncangan besar, termasuk serangan bom yang menghantam sektor pariwisata pada Minggu Paskah 2019, pandemi Covid-19, dan krisis neraca pembayaran. Pada April 2022, Sri Lanka mengalami gagal bayar utang luar negeri senilai sekitar 51 miliar dollar AS, menjadikannya sebagai negara pertama yang gagal bayar utang dalam sejarah.

Perkembangan

Dalam pembaruan klasifikasi pendapatan yang dirilis pada 1 Juli 2026, Bank Dunia mencatat pertumbuhan perekonomian Sri Lanka mencapai 5 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan ini ditopang oleh pemulihan di sektor industri, pariwisata, dan jasa keuangan. Bank Dunia menyebut Sri Lanka sebagai "kisah pemulihan" dan menekankan bahwa perubahan klasifikasi ini menunjukkan ketahanan ekonomi negara tersebut, meskipun hanya sedikit melewati ambang batas klasifikasi.

Kondisi Terakhir

Bank Dunia mengelompokkan negara berdasarkan pendapatan nasional bruto per kapita, dengan edisi klasifikasi tahun ini mencakup 218 negara dan menjadi acuan global hingga akhir Juni 2027. Kenaikan status Sri Lanka menjadi simbol keberhasilan negara tersebut dalam mengatasi krisis ekonomi yang mengguncang.