Somaliland: Sejarah dan Pengakuan Diplomatik Pertama dari Israel
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Somaliland: Sejarah dan Pengakuan Diplomatik Pertama dari Israel

Somaliland, sebuah wilayah yang terletak di sepanjang Teluk Aden, baru-baru ini mendapatkan pengakuan diplomatik dari Israel, menjadikannya sebagai pengakuan internasional pertama yang diterima oleh Somaliland. Pengakuan ini diumumkan pada Jumat, 26 Desember 2025, saat Israel menandatangani deklarasi bersama yang menetapkan hubungan diplomatik penuh dengan Somaliland.

Meskipun demikian, langkah ini tidak luput dari kecaman. Negara-negara tetangga seperti Somalia, Mesir, Turkiye, dan Uni Afrika telah mengungkapkan ketidaksetujuan mereka terhadap pengakuan tersebut.

Sejarah Somaliland

Somaliland memiliki sejarah yang panjang dan kompleks. Wilayah ini awalnya merupakan protektorat Inggris sebelum bersatu dengan Somalia pada tahun 1960. Namun, penggabungan tersebut menemui banyak tantangan, terutama karena banyak penduduk Somaliland menolak dominasi kekuasaan dari wilayah selatan.

Pada tahun 1980-an, Gerakan Nasional Somalia (SNM) muncul sebagai kelompok pemberontak yang menentang junta militer Presiden Siad Barre, yang merebut kekuasaan pada tahun 1969. SNM berjuang melawan rejim yang telah menyebabkan banyak korban jiwa dan menghancurkan infrastruktur di Somaliland.

Pada Januari 1991, SNM dan kelompok pemberontak lainnya berhasil menggulingkan Barre. Mereka kemudian mendeklarasikan kemerdekaan Somaliland pada bulan Mei 1991, dengan Hargeisa sebagai ibu kotanya. Proses pembentukan konstitusi baru bagi Somaliland memakan waktu hampir satu dekade dan disetujui oleh pemilih pada tahun 2001, menandai transisi menuju demokrasi multipartai.

Meskipun pemungutan suara tersebut diakui sebagai langkah damai dan positif oleh sejumlah pengamat internasional, Somaliland tetap tidak mendapatkan pengakuan dari negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, meskipun kondisinya jauh lebih stabil dibandingkan Somalia yang dilanda kekacauan.

Geografi dan Populasi

Wilayah Somaliland memiliki luas sekitar 177.000 kilometer persegi dan dihuni oleh sekitar 5,7 juta penduduk. Wilayah ini berbatasan dengan Ethiopia di selatan dan barat, serta Djibouti di barat laut, dengan ratusan mil garis pantai di sepanjang Teluk Aden di utara. Namun, bagian timur Somaliland masih menjadi wilayah sengketa, di mana terdapat komunitas yang tidak mendukung program separatis yang dipusatkan di Hargeisa.

Walaupun tidak diakui secara internasional, Somaliland memiliki sistem pemerintahan yang berfungsi dengan baik, beserta lembaga-lembaga pemerintahan, kepolisian, dan mata uang sendiri. Saat ini, wilayah ini dipimpin oleh Presiden Abdirahman Mohamed Abdullahi, yang dikenal sebagai Abdirahman Cirro.