Singapura Puncaki Daftar Negara Paling Aman di Dunia, Indonesia di Peringkat ke-25
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Singapura Puncaki Daftar Negara Paling Aman di Dunia, Indonesia di Peringkat ke-25

Menurut laporan terbaru dari The Global Safety Report 2025 yang dirilis oleh Gallup, Singapura kembali menduduki peringkat teratas sebagai negara teraman di dunia. Sebanyak 98 persen warga Singapura melaporkan merasa aman berjalan sendirian di malam hari, menjadikannya salah satu angka tertinggi dalam survei global ini. Singapura telah mempertahankan posisi ini selama 12 tahun berturut-turut, menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang stabil.

Persepsi Keamanan Global

Laporan Gallup menyatakan bahwa 73 persen orang dewasa di seluruh dunia merasa aman saat berjalan sendirian di malam hari. Persepsi keamanan tertinggi ditemukan di kawasan Asia-Pasifik, Eropa Barat, Timur Tengah, Afrika Utara, Amerika Utara, dan Eurasia Pasca-Soviet. Di antara kawasan ini, Eurasia Pasca-Soviet menunjukkan kemajuan signifikan dalam persepsi keamanan dari waktu ke waktu.

Sepuluh Negara Paling Aman

Berikut adalah sepuluh negara paling aman di dunia menurut The Global Safety Report 2025:

  • Singapura: 98 persen
  • Tajikistan: 95 persen
  • China: 94 persen
  • Oman: 94 persen
  • Arab Saudi: 93 persen
  • Hong Kong: 91 persen
  • Kuwait: 91 persen
  • Norwegia: 91 persen
  • Bahrain: 90 persen
  • Uni Emirat Arab: 90 persen

Posisi Indonesia dalam Persepsi Keamanan

Indonesia juga menunjukkan hasil yang positif dalam laporan ini, dengan lebih dari 80 persen warga merasa aman berjalan sendirian di malam hari. Indonesia menempati peringkat ke-25 dari 144 negara yang disurvei, dengan persentase 83 persen. Di tingkat regional, Indonesia berada di posisi ketiga sebagai negara teraman di Asia Tenggara, setelah Singapura dan Vietnam, yang berada di peringkat ke-16 dunia.

Dalam konteks ini, Malaysia memiliki persepsi keamanan yang lebih rendah, berada di peringkat ke-102 dunia dengan hanya 58 persen warga yang merasa aman.

Metodologi Penelitian

Data yang disajikan dalam laporan ini diambil dari survei berbasis probabilitas yang representatif secara nasional, yang melibatkan populasi dewasa berusia 15 tahun ke atas di 144 negara pada tahun 2024. Survei dilakukan melalui telepon atau tatap muka dengan sekitar 1.000 responden di setiap negara. Margin kesalahan pengambilan sampel berkisar antara ±3,3 hingga ±5,4 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen.