Sarawak Usulkan Jalur Kereta Lintas Tiga Negara ke IKN
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Sarawak Usulkan Jalur Kereta Lintas Tiga Negara ke IKN

NUSANTARA, KOMPAS.com - Dalam konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah menjadi sorotan global, Sarawak, negara bagian Malaysia, mengajukan proposal untuk pembangunan jalur kereta yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Proposal ini dibawa oleh Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, dalam kunjungan kenegaraannya ke kantor Otorita IKN pada Rabu (10/12/2025).

Peluang Kerja Sama Lintas Sektor

Kunjungan ini tidak hanya sekadar diplomasi, tetapi juga menjadi peluang untuk menjajaki kolaborasi lintas sektor yang diharapkan dapat mengubah Pulau Borneo menjadi pusat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara. Sarawak, yang berbatasan langsung dengan Kalimantan, melihat potensi besar dalam sektor transportasi, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan untuk memperkuat hubungan antarnegara di Borneo.

Inisiatif Jalur Kereta Trans-Borneo

Inisiatif jalur kereta lintas tiga negara ini bukanlah ide baru. Sejak tahun 2010-an, telah ada pembicaraan mengenai jaringan kereta api yang menghubungkan Sabah, Sarawak, Brunei, dan Kalimantan. Studi kelayakan terbaru yang dipimpin oleh pemerintah Malaysia diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga 2026. Proyek ini diperkirakan memerlukan biaya hingga 15 miliar dolar AS dan akan membangun jalur kereta cepat dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam.

Manfaat Ekonomi dan Transportasi

Jika proyek ini terealisasi, waktu perjalanan antarnegara dapat dipangkas dari berhari-hari menjadi hanya beberapa jam, yang akan membuka peluang untuk perdagangan, pariwisata, dan migrasi tenaga kerja yang lebih efisien. Jalur kereta ini diharapkan akan menghubungkan kota-kota utama seperti Kuching, Bandar Seri Begawan, dan Balikpapan, serta meningkatkan perdagangan lintas batas hingga 20-30 persen dan menciptakan ribuan lapangan kerja.

Peningkatan Konektivitas Udara

Selain jalur kereta, Sarawak juga berencana meluncurkan maskapai baru bernama Air Borneo pada Januari 2026, yang akan fokus pada rute regional di Borneo. Maskapai ini diharapkan dapat menghubungkan Kuching dengan IKN dan kota-kota lain. Dengan rencana operasional pesawat jet untuk rute internasional mulai Juli 2026, IKN diharapkan dapat berfungsi sebagai gerbang udara baru bagi kawasan.

Kerja Sama di Bidang Kesehatan dan Pendidikan

Pertemuan antara Otorita IKN dan delegasi Sarawak juga membahas kerja sama di bidang kesehatan dan pendidikan. Sarawak menawarkan kolaborasi dengan fasilitas medisnya yang canggih, serta peluang untuk pertukaran program pendidikan dengan institusi di IKN. Selain itu, kedua pihak juga membahas potensi kegiatan budaya yang dapat memperkuat identitas Borneo sebagai destinasi wisata budaya global.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Sarawak dan IKN dapat membangun sinergi yang kuat untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada di Pulau Borneo.