Rusia Siaga Militer untuk Menghadapi Blokade Laut oleh Negara Barat
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Rusia Siaga Militer untuk Menghadapi Blokade Laut oleh Negara Barat

Moskow – Pemerintah Rusia menegaskan kesiapannya untuk menggunakan kekuatan militer dalam menghadapi setiap upaya blokade laut yang dilakukan oleh negara-negara Barat. Pernyataan ini disampaikan oleh Nikolay Patrushev, Asisten Presiden Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim, dalam wawancaranya dengan surat kabar Argumenty i Fakty.

Patrushev menyatakan bahwa Angkatan Laut Rusia akan bertindak untuk menggagalkan segala bentuk pengepungan yang dapat mengganggu perdagangan luar negeri negara tersebut. Ia juga mengkritik penahanan kapal tanker minyak Rusia yang terjadi baru-baru ini, menyebutnya sebagai tindakan kriminal yang mirip dengan serangan bajak laut.

Ketegangan di Laut Baltik

Ketegangan di Laut Baltik semakin meningkat, di mana Patrushev menuduh NATO sedang membentuk kelompok multinasional untuk melakukan tindakan ofensif. Ia memperingatkan bahwa aliansi tersebut berencana untuk memblokade wilayah Kaliningrad dan menyita kapal-kapal dagang yang beroperasi di daerah tersebut.

“Jika langkah-langkah diplomatik dan hukum internasional tidak membuahkan hasil, Rusia tidak akan ragu untuk menggunakan kekuatan senjata,” tegasnya. Ia juga mengingatkan negara-negara Eropa bahwa banyak kapal berlayar di laut di bawah bendera mereka, dan Rusia mungkin akan memperhatikan muatan dan tujuan kapal-kapal tersebut.

Insiden dan Tindakan Barat

Kekhawatiran Rusia ini muncul setelah serangkaian insiden yang terjadi sejak akhir tahun 2025. Angkatan Laut Perancis diketahui telah mencegat dan menahan kapal tanker Grinch di Mediterania Barat pada 22 Januari lalu, yang dicurigai sebagai bagian dari armada yang menghindari sanksi. Selain itu, Ukraina juga dilaporkan meningkatkan serangan menggunakan drone laut di Laut Hitam, yang menargetkan beberapa kapal tanker.

“Tindakan ini merupakan upaya sistematis Barat untuk melumpuhkan sektor perdagangan luar negeri Rusia,” ungkap Patrushev. Ia menegaskan bahwa jika Rusia tidak memberikan perlawanan, negara-negara seperti Inggris, Perancis, dan negara-negara Baltik akan semakin berani menutup akses Rusia ke laut.

Peningkatan Kapal Perang

Menanggapi tekanan yang meningkat, Rusia saat ini tengah memperbarui program galangan kapal perang hingga tahun 2050. Patrushev mengakui bahwa Angkatan Laut Rusia beroperasi dalam kondisi ketegangan yang tinggi untuk melindungi jalur perdagangan. “Kami membutuhkan lebih banyak kapal untuk zona laut jauh dan samudra yang mampu beroperasi secara mandiri dalam waktu lama,” jelasnya.

Ia percaya bahwa kehadiran kekuatan militer di rute-rute laut utama adalah satu-satunya cara untuk menghadapi ancaman dari apa yang ia sebut sebagai “pembajak” Barat. Patrushev juga menekankan bahwa hegemoni Barat di lautan adalah masa lalu, dan Rusia, bersama mitra-mitranya, berupaya membangun tatanan dunia multipolar di wilayah samudra global.