Reaksi Global Terhadap Serangan Israel ke Iran
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Reaksi Global Terhadap Serangan Israel ke Iran

Arahan News - Operasi militer gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 memicu respons beragam dari negara-negara di seluruh dunia, menciptakan ketegangan baru dalam peta geopolitik.

Awal Kejadian

Serangan ini dianggap sebagai puncak dari kegagalan diplomasi nuklir yang berlangsung di Jenewa, yang kini menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan perang regional yang lebih luas di Timur Tengah.

Perkembangan

Di satu sisi, AS dan Israel membangun narasi bahwa serangan tersebut merupakan langkah pencegahan yang sah. Presiden Donald Trump menyebutnya sebagai upaya untuk menghapus ancaman nuklir, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa tindakan ini bertujuan membantu rakyat Iran mengatasi tirani. Dukungan terhadap posisi ini datang dari negara-negara seperti Kanada dan Australia, yang menegaskan hak Israel untuk mempertahankan diri dan berpendapat bahwa stabilitas kawasan hanya dapat dicapai dengan menghancurkan kapabilitas militer Iran.

Di sisi lain, Rusia dan China mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Rusia menilai bahwa AS telah mengkhianati proses diplomasi dengan mempersiapkan perang, sementara China menekankan pentingnya menghormati integritas wilayah Iran. Ketiganya berargumen bahwa tindakan militer sepihak akan menciptakan preseden berbahaya bagi tatanan keamanan global. Turkiye juga menyoroti dampak ekonomi dari konflik ini, mengkhawatirkan dampaknya terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Negara-negara di kawasan Teluk, termasuk Qatar, UEA, dan Bahrain, berada dalam posisi yang rentan. Sebagai tuan rumah pangkalan militer AS, mereka berisiko menjadi sasaran balasan dari Iran, menciptakan dilema bagi negara-negara tersebut.