Rata-rata IQ Tertinggi di Dunia: Siapa yang Memimpin dan Posisi Indonesia?
Intelligence Quotient (IQ) atau indeks kecerdasan adalah ukuran yang sering digunakan untuk menilai kemampuan berpikir, bernalar, dan memecahkan masalah seseorang. Meskipun IQ dapat menjadi indikator kecerdasan, membandingkan rata-rata IQ antarnegara bukanlah hal yang mudah. Berbagai faktor seperti jumlah responden, metode dan jenis tes, serta latar belakang pendidikan dan kondisi sosial budaya dapat mempengaruhi hasil pengukuran.
Negara dengan Rata-rata IQ Tertinggi
Menurut data yang dirilis oleh Indian Express pada 17 Desember 2025, pengukuran rata-rata IQ ini menggunakan tes non-verbal berbasis Raven’s Progressive Matrices, yang menilai kemampuan berpikir abstrak dan pemecahan masalah. Pengujian ini melibatkan peserta dari 126 negara, dan hasilnya menunjukkan bahwa China menduduki peringkat teratas dengan skor rata-rata IQ 107,19.
Berikut adalah daftar 10 negara dengan rata-rata IQ tertinggi:
- China – 107,19
- Korea Selatan – 106,43
- Jepang – 106,40
- Iran – 106,30
- Singapura – 105,14
- Federasi Rusia – 103,16
- Mongolia – 102,86
- Armenia – 102,58
- Australia – 102,57
- Spanyol – 102,30
China, sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia, memiliki capaian ini berkat fokus yang kuat pada sistem pendidikan dan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Korea Selatan juga menunjukkan hasil yang baik berkat sistem pendidikan yang kompetitif, sementara Jepang dikenal karena prestasinya dalam pemecahan masalah dan teknologi yang maju.
Posisi Indonesia dalam Rata-rata IQ Global
Dalam laporan yang diterbitkan oleh World Population Review pada 2025, Indonesia menempati peringkat ke-98 dunia dengan rata-rata IQ 93,2. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di bawah beberapa negara tetangga di Asia Tenggara, dengan rincian sebagai berikut:
- Singapura: 105
- Malaysia: 100
- Vietnam: 100
- Brunei Darussalam: 98,1
- Indonesia: 93,2
Meskipun skor rata-rata IQ Indonesia setara dengan beberapa negara di Timur Tengah, penting untuk dicatat bahwa IQ bukan satu-satunya ukuran kecerdasan. Hasil pemeringkatan ini dapat menjadi bahan refleksi dalam upaya meningkatkan kualitas gizi, pemerataan pendidikan, dan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.




