Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Dana Negara untuk IKN Akan Terus Mengalir
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Dana Negara untuk IKN Akan Terus Mengalir

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan terus berlanjut dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pendanaan untuk proyek ini akan lebih cepat pada tahun anggaran 2026.

Meskipun rincian anggaran belum diumumkan, pernyataan ini memberikan kepastian mengenai kelanjutan proyek IKN. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengungkapkan bahwa pemerintah mengalokasikan Rp 6,3 triliun untuk IKN dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2026, yang lebih tinggi dibandingkan proyeksi APBN 2025 sebesar Rp 4,7 triliun.

Fase Baru Pembangunan IKN

Pengalokasian dana dari APBN tidak hanya ditujukan untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk menciptakan momentum bagi investasi swasta. Purbaya menjelaskan bahwa tujuan utama investasi pemerintah adalah menarik minat pihak swasta. "Kami harap ketika pembangunan mulai terlihat, swasta akan ikut berinvestasi di sana," ujarnya.

Dengan menggunakan APBN sebagai modal awal, pemerintah bertujuan untuk membangun fondasi dan infrastruktur dasar, serta menunjukkan keseriusan proyek IKN. Setelah fondasi tersebut terbangun, diharapkan investor swasta akan berbondong-bondong masuk untuk membawa modal dan inovasi dalam pengembangan lebih lanjut.

Pengembangan Kawasan

Meskipun terlihat adanya penurunan alokasi anggaran tahunan untuk IKN dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, data menunjukkan adanya pergeseran fokus dalam pembangunan. Total alokasi APBN untuk IKN dari tahun 2022 hingga 2024 mencapai Rp 75,8 triliun. Namun, pada RAPBN 2026, alokasi terbesar sebesar Rp 5,71 triliun akan ditujukan untuk Program Pengembangan Kawasan Strategis, sementara sisanya akan digunakan untuk dukungan manajemen.

Pergeseran ini menandakan bahwa fase awal pembangunan infrastruktur fisik yang masif, seperti jalan dan gedung utama, kini mulai bergeser ke fase pengembangan kawasan yang lebih holistik.