Prabowo Umumkan Penghematan Anggaran Negara Sebesar 18 Miliar Dollar AS
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Prabowo Umumkan Penghematan Anggaran Negara Sebesar 18 Miliar Dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya berhasil menghemat anggaran negara sebesar 18 miliar dollar AS dalam beberapa bulan sejak menjabat. Penghematan ini ditujukan untuk mendanai berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, pada Rabu (18/2/2025) waktu setempat. Ia menyebutkan bahwa penghematan tersebut berasal dari identifikasi inefisiensi dan penghapusan proyek-proyek yang tidak produktif.

"Dalam beberapa bulan pertama memimpin administrasi ini, saya telah menghemat anggaran negara sekitar 18 miliar dollar AS secara tunai. Penghematan ini berasal dari inefisiensi dan proyek-proyek yang tidak produktif," ujar Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa upaya penghematan ini sejalan dengan langkah yang diambil oleh pemerintah AS melalui Department of Government Efficiency (DOGE), meskipun ia merasa bahwa Indonesia memulainya lebih awal. "Saya memulainya lebih dulu beberapa bulan sebelumnya, dan saya merasa berhasil. Saya merasa diberdayakan," katanya.

Kepala Negara ini mengakui bahwa untuk mencapai penghematan tersebut, banyak program yang harus dibatalkan. Salah satu langkah yang diambil adalah mengurangi pengeluaran untuk upacara dan seremoni di berbagai institusi pemerintah. "Jika itu adalah budaya kita, kita harus mengakui bahwa itu adalah kelemahan; kita menghabiskan banyak uang untuk hari ulang tahun. Setiap kementerian punya hari ulang tahun, setiap pemerintah provinsi, setiap kabupaten memiliki hari ulang tahun," jelas Prabowo.

Ia menekankan pentingnya merayakan acara-acara tersebut dengan cara yang lebih sederhana, seperti mengadakan perayaan di dalam kantor dengan makan siang kecil atau makanan bungkus, untuk menjaga efisiensi anggaran negara. "Mari kita pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk rakyat. Itulah pendekatan saya. Saya bertekad dan saya memang telah menghemat banyak uang," tambahnya.

Selain itu, Prabowo juga memutuskan untuk memangkas biaya perjalanan dinas luar negeri yang selama ini dilakukan oleh institusi pemerintah. Menurutnya, banyak perjalanan dinas yang tidak perlu, seperti studi banding, yang menghabiskan anggaran dalam jumlah besar.

"Masalah di dalam negeri sudah sangat jelas tanpa perlu studi banding berlebihan. Saya menemukan kasus studi banding soal pengentasan kemiskinan di Australia, yang merupakan salah satu dari sepuluh negara terkaya di dunia. Namun, saat tim tersebut mengunjungi Australia, mereka tidak bisa berdiskusi karena sedang libur Paskah," ungkapnya.

Prabowo menekankan pentingnya bersikap rasional dalam penggunaan anggaran dan berkomitmen untuk mengalokasikan dana negara demi kepentingan rakyat.