Phil Campbell, Gitaris Legendaris Motorhead, Meninggal Dunia di Usia 64 Tahun
Arahan News - JAKREV.COM – Panggung rock dunia kembali kehilangan salah satu pilar terbaiknya. Philip Anthony Campbell, gitaris yang selama lebih dari tiga dekade menjadi tandem setia Lemmy Kilmister di band Motorhead, dikabarkan meninggal dunia pada usia 64 tahun.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh keluarganya pada Sabtu (14/3/2026).
Phil menghembuskan napas terakhir dengan tenang setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi pasca-operasi besar yang dia jalani beberapa waktu lalu.
Kehilangan Besar di Lingkaran “The Bastard Sons”
Phil Campbell tidak hanya meninggalkan warisan musik bersama Motorhead, tetapi juga proyek keluarga yang sangat dia cintai, Phil Campbell and The Bastard Sons. Band ini dia bentuk bersama ketiga putranya, yakni Todd, Dane, dan Tyla, setelah Motorhead bubar menyusul kematian Lemmy pada 2015.
“Dengan kesedihan yang mendalam, kami mengumumkan berpulangnya ayah tercinta, Philip Anthony Campbell. Beliau meninggal dalam damai tadi malam setelah perjuangan yang berani di ICU,” tulis pernyataan resmi band keluarga tersebut.
Keluarga mengenang Phil sebagai sosok “Bampi” (kakek) yang penyayang dan penuh humor, jauh dari citra sangar musisi metal yang sering melekat di panggung.
Tiga Dekade Mengawal Distorsi Motorhead
Bagi fans setia Motorhead, Phil Campbell adalah “penjaga” suara band tersebut. Bergabung sejak 1984, dia tercatat sebagai anggota dengan masa jabatan terlama kedua (31 tahun) setelah sang pendiri, Lemmy Kilmister.
Sejarah mencatat, Phil awalnya bersaing dengan puluhan gitaris lain saat audisi tahun 1983. Namun, Lemmy justru melihat chemistry yang tak terpisahkan antara Phil dan Michael “Würzel” Burston, hingga akhirnya memutuskan untuk merekrut keduanya sekaligus.
Selama kariernya, Phil berkontribusi besar dalam 12 album studio Motorhead, termasuk karya fenomenal seperti “Orgasmatron”, “1916”, dan “Bastards”. Mantan drummer Motorhead, Mikkey Dee, memberikan penghormatan emosional bagi sahabatnya itu.
“Dia adalah gitaris rock terbaik yang pernah bekerja sama dengan saya. Perasaan dan instingnya terhadap musik rock sangat luar biasa. Saya akan sangat merindukan momen berkumpul dengan pria paling baik yang pernah ada,” ujar Mikkey Dee.
Meluruskan Miskonsepsi: “Bukan Sekadar Heavy Metal”
Meski dikenal sebagai gitaris band yang identik dengan kebisingan dan kecepatan, Phil Campbell selalu menolak dikategorikan secara sempit. Dalam sebuah wawancara di awal tahun 2025, dia sempat menegaskan jati diri musikalnya.
“Orang sering salah sangka. Saya bukan murni pemain heavy metal. Kebanyakan riff di Motorhead adalah buatan saya, dan akarnya adalah rock n’ roll murni. Sayangnya, banyak orang tidak membaca kredit penulis lagu di album,” tegas Phil kala itu.
Eksplorasi musiknya terbukti lewat album solo “Old Lions Still Roar” (2019) yang melibatkan kolaborasi lintas genre dengan Rob Halford, Alice Cooper, hingga Dee Snider.
Warisan yang Tak Tergantikan
Kepergian Phil Campbell menandai berakhirnya era para “prajurit rock” klasik. Dari seorang bocah berusia 12 tahun yang meminta tanda tangan Lemmy di konser Hawkwind, hingga akhirnya menjadi tangan kanan sang legenda selama puluhan tahun, perjalanan Phil adalah inspirasi nyata tentang dedikasi.
Kini, Phil telah “reuni” dengan rekan-rekannya—Lemmy, Würzel, Filthy “Animal” Taylor, dan Fast Eddie Clarke—di panggung yang lebih abadi.
Rest in Power, Phil Campbell (1961–2026).




