Pentingnya Kedaulatan Negara: Respons Legislator Indonesia terhadap Serangan AS di Venezuela
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini, mengingatkan pemerintah Indonesia akan pentingnya kedaulatan negara dalam konteks perkembangan terbaru di Venezuela. Pernyataan ini disampaikan Amelia menyusul serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
"Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan situasi di Venezuela. Sesuai dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta penyelesaian sengketa secara damai," kata Amelia dalam keterangan yang diterima pada Senin (5/1/2025).
Amelia mengungkapkan keprihatinan terhadap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang dapat menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional. Menurutnya, serangan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip-prinsip kedaulatan dan diplomasi.
Seruan untuk Dialog dan De-Eskalasi
"Oleh karena itu, semua pihak perlu mengedepankan langkah-langkah de-eskalasi, menahan diri, dan menempuh dialog. Penting untuk mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional, terutama perlindungan terhadap warga sipil," jelas Amelia.
Pantauan terhadap WNI di Venezuela
Lebih lanjut, Amelia juga meminta pemerintah untuk terus memantau keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Caracas, Venezuela. Ia mengimbau WNI agar tetap tenang setelah serangan AS tersebut.
"Terkait perlindungan WNI, pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas terus memantau situasi dan memastikan keselamatan WNI di Venezuela. WNI diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga komunikasi dengan KBRI Caracas," pungkasnya.
Latar Belakang Serangan AS
Serangan AS dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela. Dalam serangan yang terjadi pada Sabtu (3/1) dini hari, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke AS. AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah dan menuduhnya terlibat dalam kartel narkoba, yang menurut Trump, bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS terkait penggunaan narkoba ilegal.




