Pemerintah Targetkan Peningkatan Ekspor dan Perluasan QRIS ke Negara APEC
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Pemerintah Targetkan Peningkatan Ekspor dan Perluasan QRIS ke Negara APEC

JAKARTA - Pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) serta memperluas penerapan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). APEC terdiri dari 21 negara, termasuk Australia, Jepang, dan Amerika Serikat, yang merupakan pasar strategis bagi Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen ekspor Indonesia saat ini ditujukan ke negara-negara APEC. Namun, menurutnya, masih ada peluang besar untuk meningkatkan ekspor Indonesia melalui beragam produk unggulan.

"Ekspor Indonesia 70 persen ke negara-negara APEC. Oleh karena itu, Indonesia perlu mendukung agar APEC berjalan dengan baik, karena ini merupakan salah satu ekonomi terbesar," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Airlangga juga menekankan pentingnya APEC sebagai pasar strategis, yang mencakup negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat. Beberapa komoditas unggulan yang memiliki potensi untuk meningkatkan ekspor antara lain logam, tekstil, alas kaki, serta produk agrikultur seperti udang.

  • Logam
  • Kelapa sawit
  • Tekstil
  • Furniture
  • Apparel
  • Shoes (sepatu)
  • Produk agrikultur seperti udang

Selain fokus pada sektor perdagangan, pemerintah juga mendorong digitalisasi melalui QRIS. Sistem pembayaran ini tidak hanya akan diterapkan di kawasan ASEAN, tetapi juga diperluas ke negara-negara anggota APEC lainnya. Saat ini, QRIS telah diterapkan di sejumlah negara, termasuk Korea Selatan dan Jepang, serta beberapa negara di Timur Tengah.

"Oleh karena itu, Indonesia juga mendorong digitalisasi melalui ASEAN, dan jika memungkinkan, kami akan terus memperluas ini ke beberapa negara APEC," tambah Airlangga.