Pemerintah Rusia Batasi Akses WhatsApp, Warga Didorong Beralih ke Aplikasi Lokal
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Pemerintah Rusia Batasi Akses WhatsApp, Warga Didorong Beralih ke Aplikasi Lokal

Pemerintah Rusia telah mengambil langkah tegas dengan membatasi akses terhadap aplikasi WhatsApp, serta berupaya untuk memblokir sepenuhnya layanan pesan milik Meta tersebut. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat beralih ke aplikasi buatan dalam negeri bernama Max.

Aplikasi Max dirancang sebagai super-app, menyerupai WeChat yang populer di China. Mulai tahun 2025, penggunaan aplikasi ini akan menjadi kewajiban pada semua perangkat baru yang dijual di Rusia. Selain itu, pegawai pemerintah, guru, dan siswa juga diwajibkan untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Strategi Pengawasan dan Sensor

Pavel Durov, CEO Telegram, menilai bahwa pembatasan yang diterapkan pada layanan seperti Telegram merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memaksa warga menggunakan aplikasi domestik. Menurut Durov, tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memfasilitasi pengawasan dan sensor politik terhadap masyarakat.

WhatsApp, dalam pengumumannya, menyatakan bahwa langkah pemerintah Rusia ini bertujuan untuk mendorong masyarakat beralih ke Max, yang dianggapnya sebagai “aplikasi pengawasan” buatan negara. Dalam postingan di media sosial, WhatsApp menyebutkan, "Hari ini pemerintah Rusia mencoba memblokir WhatsApp sepenuhnya sebagai upaya mendorong warganya beralih ke aplikasi pengawasan buatan dalam negeri."

Dampak pada Pengguna

Kebijakan ini berdampak signifikan pada lebih dari 100 juta pengguna WhatsApp di Rusia. WhatsApp menilai kebijakan tersebut sebagai langkah mundur yang dapat mengurangi keamanan komunikasi bagi masyarakat Rusia. Selain itu, laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa WhatsApp telah dihapus dari direktori online Roskomnadzor, badan pengawas komunikasi Rusia.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa akses WhatsApp bisa dipulihkan jika Meta mematuhi hukum yang berlaku di Rusia. Tanpa adanya kesepakatan, kemungkinan pemulihan akses dianggap tidak ada. Pembatasan akses terhadap WhatsApp sebenarnya sudah dimulai sejak akhir tahun 2025, di mana akses aplikasi ini mulai dibatasi menjelang Natal.

Tuduhan dan Alasan Pembatasan

Pemerintah Rusia mengklaim bahwa WhatsApp telah digunakan untuk mengorganisasi aksi teror, merekrut pelaku kejahatan, serta melakukan penipuan terhadap warga. Pembatasan ini juga memicu keluhan dari ribuan pengguna yang merasa terganggu dalam berkomunikasi, terutama pada periode Natal dan Tahun Baru.

Sebelumnya, pemerintah Rusia juga telah membatasi akses pada Telegram dengan alasan yang serupa. Roskomnadzor menyatakan bahwa pembatasan dapat dilonggarkan jika Telegram mematuhi hukum Rusia.

Ketegangan dengan Perusahaan Teknologi Global

Pemerintah Rusia telah mendesak WhatsApp dan Telegram untuk menyimpan data pengguna Rusia di dalam negeri. Keengganan kedua perusahaan untuk memenuhi tuntutan ini telah memicu ketegangan yang semakin meningkat antara Rusia dan perusahaan teknologi global, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Pada tahun 2023, pembatasan layanan juga diterapkan terhadap Google dan Zoom, khususnya di wilayah Oblast Donetsk.