OECD Rilis Daftar Negara Paling Berpendidikan 2025, Indonesia Peringkat ke-40
Sumber Foto: kompas.com
Kompas Negara

OECD Rilis Daftar Negara Paling Berpendidikan 2025, Indonesia Peringkat ke-40

Kanada kembali menempati posisi teratas sebagai negara paling berpendidikan di dunia berdasarkan laporan Education at a Glance 2025 yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pemeringkatan ini menyoroti proporsi penduduk usia kerja 25–64 tahun yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi, seperti diploma, sarjana, atau pascasarjana.

OECD menilai tingginya tingkat pendidikan berkontribusi terhadap produktivitas serta inovasi dalam ekonomi berbasis pengetahuan.

Kanada, Irlandia, dan Korea Selatan di posisi teratas

Dalam data yang dikutip dari OECD dan Visual Capitalist (Jumat, 24/10/2025), Kanada menjadi negara paling berpendidikan dengan 57,4% penduduk dewasa telah menuntaskan pendidikan tinggi. Posisi berikutnya ditempati Irlandia (55,7%) dan Korea Selatan (54,6%).

Dua negara tersebut disebut konsisten berinvestasi besar pada pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan teknologi. Di Korea Selatan, lebih dari 70% lulusan SMA melanjutkan ke perguruan tinggi, salah satu rasio tertinggi di dunia.

Daftar 10 negara paling berpendidikan versi OECD

  • Kanada – 57,4%
  • Irlandia – 55,7%
  • Korea Selatan – 54,6%
  • Luksemburg – 54,4%
  • Inggris – 51,6%
  • Australia – 51,4%
  • Swedia – 51,0%
  • Amerika Serikat – 50,7%
  • Israel – 50,5%
  • Norwegia – 50,3%

Selain tiga besar, sejumlah negara Eropa Barat seperti Luksemburg, Inggris, Finlandia, serta Swedia juga masuk dalam 10 besar, bersama Amerika Serikat, Israel, dan Norwegia.

Indonesia peringkat ke-40 dari 45 negara

Indonesia berada di posisi ke-40 dari 45 negara yang diukur OECD, dengan 22,1% penduduk usia kerja memiliki gelar pendidikan tinggi. Angka tersebut berada jauh di bawah rata-rata OECD yang mencapai 39%.

Masih menurut data yang sama, sekitar 30,4% penduduk Indonesia berhenti pada jenjang SMA atau sederajat, sedangkan 47,5% belum menamatkan pendidikan menengah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025 juga menunjukkan hanya sekitar 12,8% pekerja di Indonesia berpendidikan diploma atau sarjana. Komposisi tenaga kerja nasional masih didominasi lulusan SD dan SMP, baik di sektor formal maupun informal.

Tantangan dan arah peningkatan

OECD menilai pendidikan tinggi, terutama yang berbasis riset dan keterampilan teknologi, menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi masa depan. Namun, Indonesia masih menghadapi kesenjangan akses dan mutu pendidikan tinggi antarwilayah.

Sejumlah langkah yang dinilai penting untuk memperkuat daya saing antara lain pemerataan universitas berkualitas, penguatan pendidikan vokasi, serta peningkatan literasi digital. Kerja sama internasional dan perluasan beasiswa luar negeri juga diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di tingkat global.