Negara-Negara Kecam Serangan Israel dan AS Terhadap Iran
Arahan News - Sejumlah negara mengecam serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, yang berlangsung dalam operasi militer gabungan bernama "Operasi Tempur Besar" pada Sabtu (28/2/2026), termasuk di kota Teheran.
Awal Kejadian
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir dan rudal balistik Iran, setelah berbulan-bulan ancaman dari Washington. Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Perkembangan
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak beralasan, ilegal, dan tidak sah. Ia menyatakan bahwa tindakan AS lebih mengutamakan kepentingan Israel dibandingkan kepentingan AS sendiri, menyebut bahwa Trump telah mengubah prinsip "America First" menjadi "Israel First".
Rusia, sebagai sekutu Iran, juga mengutuk serangan tersebut. Duta Besar Rusia, Vasily Nebenzia, mengungkapkan bahwa agresi terhadap Iran dapat menyebabkan eskalasi yang meluas di kawasan tersebut, dan menilai tindakan ini tidak bertanggung jawab serta merusak stabilitas di Timur Tengah.
Oman menyampaikan pernyataan mengenai situasi ini melalui Menteri Luar Negeri Badr Albusaidi, yang pada Jumat (27/2/2026) mengungkapkan optimisme bahwa perdamaian bisa dicapai, terutama setelah Iran menyetujui untuk tidak menimbun dan memperkaya uranium.
Kondisi Terakhir
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak lebih lanjut terhadap keamanan regional, dengan berbagai negara menyerukan penanganan yang hati-hati untuk menghindari konflik yang lebih besar.




