Negara dengan Skor IQ Terendah di Dunia: Posisi Indonesia dalam Peringkat Global
Kecerdasan intelektual, yang diukur dengan skor IQ, sering dijadikan sebagai standar untuk menilai kemampuan kognitif individu. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Richard Lynn dan David Becker di Ulster Institute pada tahun 2019, skor rata-rata IQ tertinggi di dunia dicatat oleh warga Jepang, diikuti oleh Taiwan dan Singapura.
Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini memicu perdebatan, khususnya mengenai keakuratan dan metode pengukuran yang digunakan. Skor IQ rata-rata bervariasi signifikan di seluruh dunia, dan beberapa peneliti mengelompokkan negara berdasarkan skor IQ rata-rata tersebut. Rata-rata IQ ini dihitung dengan mempertimbangkan hasil tes IQ standar, serta penilaian dalam bidang matematika, membaca, dan sains, sambil memperhatikan kualitas data secara keseluruhan.
Negara dengan Skor IQ Terendah di Dunia
Berdasarkan pemeringkatan terbaru dari World Population Review, yang mencakup data dari Tes IQ Internasional (IIT) dengan lebih dari 1,3 juta peserta, terdapat sejumlah negara dengan skor IQ terendah, yang berkisar antara 80 hingga 90. Berikut adalah daftar 15 negara dengan IQ terendah:
- Gabon: 85,08
- Angola: 85,33
- Benin: 86,88
- Mozambik: 87,81
- Republik Demokratik Kongo: 88,01
- Senegal: 88,27
- Pantai Gading: 88,42
- Nikaragua: 88,70
- Tanzania: 89,40
- Uganda: 89,89
- Togo: 89,94
- Kamerun: 89,94
- Republik Dominika: 90,06
- Zimbabwe: 90,21
- Ghana: 90,25
Posisi Indonesia dalam Peringkat IQ Global
Indonesia menempati urutan ke-100 dalam peringkat negara dengan IQ tertinggi di dunia. Namun, jika dilihat dari perspektif negara dengan IQ terendah, Indonesia berada di peringkat ke-30 dari 129 negara yang dianalisis dalam pemeringkatan tersebut.
Kontroversi dalam Penelitian IQ
Penelitian tentang IQ sering kali melibatkan kontroversi, terutama terkait dengan teori-teori yang diajukan oleh David Becker dalam bukunya, "The Intelligence of Nations". Dalam bukunya, Becker mengemukakan pandangan bahwa faktor genetik seperti ras dan jenis kelamin dapat mempengaruhi kecerdasan. Namun, metodologi dan objektivitas teorinya sering dipertanyakan.
Selain itu, survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh OECD juga memberikan wawasan mengenai kemampuan siswa berusia 15 tahun di seluruh dunia. Hasil survei ini terakhir dirilis pada tahun 2022. Sementara itu, Indeks Modal Intelijen (ICI) yang diciptakan oleh ekonom Kai L. Chan diperbarui terakhir pada tahun 2017.




