Menteri Luar Negeri RI: Banyak Negara Beralih ke Mode Bertahan Hidup
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Menteri Luar Negeri RI: Banyak Negara Beralih ke Mode Bertahan Hidup

Arahan News - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengungkapkan bahwa banyak negara saat ini beralih ke mode bertahan hidup, terutama dalam konteks situasi global yang semakin berbahaya.

Awal Kejadian

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam High-Level Segment (HLS) Konferensi Perlucutan Senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Senin (23/2/2026). Dalam pidatonya, ia mengindikasikan bahwa kondisi global saat ini lebih tidak stabil dibandingkan tahun lalu.

Perkembangan

Sugiono menyoroti bahwa hukum internasional dan lembaga-lembaga multilateral sedang menghadapi tekanan yang meningkat. Ia menyatakan bahwa situasi global saat ini lebih terpolarisasi dan berbahaya, serta menekankan bahwa lanskap perlucutan senjata global tidak hanya stagnan tetapi juga mengalami kemunduran. Ia mencatat lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir masih ada, dengan program modernisasi yang terus dipercepat dan retorika nuklir yang semakin mengkhawatirkan.

Kondisi Terakhir

Berakhirnya Perjanjian New START antara Amerika Serikat dan Federasi Rusia pada 5 Februari 2026 menambah kecemasan dalam konteks perlucutan senjata nuklir. Sugiono menegaskan bahwa tidak adanya batasan yang disepakati pada kekuatan nuklir strategis untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade menciptakan kekhawatiran baru bagi keamanan global. Dalam keadaan yang semakin bergejolak ini, Indonesia tetap berkomitmen pada perlucutan senjata multilateral sebagai pilar perdamaian dan keamanan internasional.