Lukashenko Dukung Inisiatif Rusia untuk Satukan Negara-negara yang Menghadapi Sanksi
MINSK, KOMPAS.com – Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Rusia yang bertujuan untuk membentuk persatuan negara-negara yang tengah menghadapi sanksi internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan pemerintah pada Selasa, 16 Februari 2026, yang dilaporkan oleh kantor berita negara, Belta.
Lukashenko mengungkapkan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia telah menghubunginya untuk membahas isu-isu terkait dan mencari cara untuk menyatukan semua pihak yang terkena sanksi. Dia menambahkan bahwa upaya ini juga melibatkan dukungan dari China.
"Kami juga telah meyakinkan China. Mereka tidak perlu dibujuk; mereka paham bahwa mereka akan menjadi sasaran berikutnya," ujar Lukashenko.
Menurut Lukashenko, saat ini terdapat sekitar 50 negara yang mengalami sanksi langsung. Namun, ia mencatat bahwa dampak dari kebijakan tersebut jauh lebih luas, memengaruhi "ratusan negara" secara tidak langsung melalui rantai ekonomi global.
Dia meyakini bahwa aliansi antara negara-negara yang terkena sanksi secara ekonomi dapat menjadi kekuatan yang efektif untuk menghadapi negara-negara Barat atau pihak yang menjatuhkan sanksi. "Jika kita bersatu dan mencapai kesepakatan, mereka yang menjatuhkan sanksi terhadap kita akan merasa takut," tegasnya.




