Latihan Gabungan Super Garuda Shield 2025 Resmi Dimulai dengan Partisipasi 6.501 Serdadu dari 13 Negara
Jakarta, 25 Agustus 2025 – Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah resmi membuka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2025. Latihan multinasional ini melibatkan 6.501 personel dari TNI serta pasukan dari 12 negara sahabat, dan juga dihadiri oleh pengamat dari 12 negara lainnya.
Latihan ini akan berlangsung hingga 4 September 2025 di beberapa lokasi, termasuk di Jakarta, Baturaja (Sumatera Selatan), dan Dabo Singkep (Kepulauan Riau). Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang diwakili oleh Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi Revita, menyatakan pembukaan latihan dengan semangat kebanggaan.
Partisipasi Internasional
Latihan gabungan ini melibatkan pasukan dari 13 negara, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Brasil, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Selandia Baru. Sementara itu, pengamat dari 12 negara lain, termasuk India, Malaysia, Kamboja, Timor Leste, dan Papua Nugini, juga turut hadir.
Tema Latihan
Super Garuda Shield 2025 mengusung tema 'Komando Gabungan Bersama Melaksanakan Operasi Gabungan Multinasional'. Materi latihan yang akan dilaksanakan mencakup:
- Staff Exercise (Staffex) atau pengambilan keputusan kepemimpinan dan perintah operasi.
- Cyber Exercise (Cyberex) untuk penguatan pertahanan siber.
- Airborne Operations dan Jungle Field Training Exercise (FTX).
- Special Operation Force (SOF) yang mencakup infiltrasi militer.
- Amphibious Operations oleh marinir.
- Engineer Civil Action Project untuk pembangunan sarana dan prasarana desa.
- Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX) yang melibatkan latihan tembakan munisi tajam terintegrasi.
Tantangan Keamanan Global
Wakil Panglima TNI menekankan bahwa latihan ini bukan hanya sekadar manuver militer, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun kepercayaan antar negara, menjembatani persahabatan, serta menjalin komitmen dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Ia juga menyampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan keamanan yang semakin kompleks, mulai dari bencana alam hingga ancaman siber.
Laksamana Samuel Paparo, Komandan Komando Indo Pasifik Amerika Serikat (US INDOPACOM), yang hadir dalam pembukaan, mengapresiasi Indonesia sebagai tuan rumah dan menekankan pentingnya membangun ikatan persahabatan lintas negara melalui latihan bersama. Ia berharap latihan ini akan menjadi yang terbesar dan terbaik, serta lebih baik di tahun mendatang.




