Kuwait: Sejarah dan Transformasi Ekonomi Melalui Minyak
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Kuwait: Sejarah dan Transformasi Ekonomi Melalui Minyak

Arahan News - Kuwait menjadi negara kaya berkat sumber daya minyaknya, yang bukan hanya melimpah, tetapi juga dikelola dengan kebijakan yang terstruktur. Saat ini, sekitar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan 92 persen ekspor Kuwait berasal dari sektor minyak, yang juga menyuplai 70 persen pendapatan pemerintah.

Awal Kejadian

Sejarah Kuwait modern bermula pada awal abad ke-18 dengan kedatangan kelompok Ban? ?Ut?b yang membentuk komunitas otonom dan menunjuk keluarga ?ab?? sebagai pemimpin pada 1756. Selama abad ke-19, Kuwait berkembang sebagai pusat perdagangan independen di bawah pengaruh Ottoman dan Inggris, sebelum menjadi protektorat Inggris setelah Perang Dunia I.

Perkembangan

Titik balik terjadi pada 1938 ketika minyak ditemukan di Kuwait, yang sekaligus memicu klaim Irak terhadap wilayah tersebut. Penemuan ini mengubah peta ekonomi Kuwait dan mendasari transformasi yang berlangsung selama beberapa dekade. Dengan memiliki sekitar 6 persen cadangan minyak dunia, Kuwait menjadi salah satu pemilik cadangan terbesar secara global, dan produksi minyak menjadi dominan dalam struktur ekonomi nasional.

Kondisi Terakhir

Ketergantungan Kuwait pada sektor minyak melahirkan model rentier state, di mana anggaran dan stabilitas negara bergantung pada pendapatan dari sumber daya alam. Meskipun model ini menghasilkan kemakmuran, ekonomi Kuwait sangat rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia. Volatilitas harga minyak terlihat jelas pada grafik periode 1974–2023, termasuk penurunan drastis pada 2014–2016 dan 2020, yang berdampak langsung pada ruang fiskal negara.