Klarifikasi Terkait Video Manipulatif yang Menyebut Sri Mulyani Sebut Guru sebagai Beban Negara
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Klarifikasi Terkait Video Manipulatif yang Menyebut Sri Mulyani Sebut Guru sebagai Beban Negara

Baru-baru ini, sebuah video yang beredar di media sosial mengklaim bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut guru sebagai "beban negara". Video tersebut menampilkan cuplikan pidato Sri Mulyani yang diambil dari momen ketika ia memberikan sambutan dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2025 di Bandung pada 7 Agustus 2025.

Namun, setelah penelusuran lebih lanjut, video tersebut terbukti merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Dalam video asli, Sri Mulyani tidak pernah mengucapkan kalimat yang menyebut guru sebagai beban negara.

Penelusuran Video

Video yang beredar di media sosial, termasuk di platform Facebook dan Instagram, menunjukkan Sri Mulyani dalam situasi berpidato. Pada bagian tertentu, klip tersebut menampilkan teks yang menyatakan, "guru itu beban negara". Salah satu akun yang membagikan video tersebut memberikan keterangan yang menyesatkan, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan publik.

Analisis dengan Tools Deteksi AI

Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan uji coba terhadap video tersebut menggunakan beberapa alat deteksi AI. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut memiliki probabilitas 50,6% untuk merupakan hasil kreasi AI, meskipun angka ini dianggap kecil. Namun, modifikasi yang dilakukan pada konten tersebut cukup signifikan, sehingga dapat dianggap sebagai rekayasa.

Dalam video asli, Sri Mulyani membahas tentang klaster anggaran pendidikan dan tantangan yang dihadapi dalam memberikan penghargaan yang layak bagi tenaga pendidik. Ia menyatakan, "Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar, ini salah satu tantangan bagi keuangan negara."

Kritik terhadap Pernyataan Sri Mulyani

Pernyataan Sri Mulyani mengenai rendahnya gaji guru memang menuai kritik dari berbagai kalangan masyarakat. Beberapa pihak menganggap pernyataannya tidak mencerminkan empati terhadap kondisi guru yang mengalami tantangan finansial. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa tidak ada pernyataan langsung dari Sri Mulyani yang menyebutkan bahwa guru adalah beban negara.

Kesimpulan

Informasi yang beredar mengenai Sri Mulyani yang menyebut guru sebagai beban negara adalah hasil dari manipulasi video berbasis AI. Video tersebut tidak mencerminkan apa yang sebenarnya diungkapkan oleh Menteri Keuangan dalam konteks pidatonya. Oleh karena itu, penting untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar di media sosial agar tidak terjebak dalam berita yang menyesatkan.