Kemhan: Pertahanan Negara Merupakan Tanggung Jawab Bersama
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Kemhan: Pertahanan Negara Merupakan Tanggung Jawab Bersama

KARAWANG, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menekankan bahwa pertahanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab militer, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah, saat meresmikan kegiatan pembekalan untuk awak media yang berlangsung di Resimen Latihan dan Pertempuran Kostrad Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, dari tanggal 14 hingga 20 Desember 2025.

Freddy menyatakan, "Pertahanan negara tidak hanya berada di tangan aparat militer, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, termasuk insan pers." Dalam kesempatan ini, ia juga menekankan pentingnya jurnalis yang terlatih dan memahami prosedur kedaruratan dalam memperkuat ketahanan nasional.

Menurut Freddy, jurnalis seringkali menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan tugasnya, mulai dari bencana alam, konflik sosial, hingga gangguan keamanan. Hal ini menuntut kesiapsiagaan yang matang, baik secara teknis maupun mental. Ia menambahkan bahwa undang-undang juga mengamanatkan bahwa keselamatan jurnalis adalah tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah, TNI, dan pihak terkait lainnya.

Materi Pembekalan untuk Jurnalis

Selama tujuh hari pembekalan, para peserta akan menerima materi yang beragam. Materi tersebut mencakup isu pertahanan dan kebijakan nasional, peran dan fungsi TNI, serta pola koordinasi di wilayah tugas. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pengetahuan tentang dasar-dasar keselamatan, karakteristik daerah rawan, antisipasi bencana, serta respons awal dalam kondisi darurat.

Peserta juga akan dilatih dalam pengetahuan praktis seperti pertolongan pertama, prinsip-prinsip dasar survival, navigasi sederhana, dan studi kasus terkait daerah konflik. Freddy berharap melalui pembekalan ini, awak media dapat memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik, kemampuan adaptasi, serta profesionalisme yang meningkat dalam menjalankan tugas jurnalistik di daerah rawan.

"Dengan demikian, setiap peliputan dapat dilakukan dengan aman, efektif, dan tetap menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, serta memperkuat sinergi antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan insan pers Indonesia," tutup Freddy.