Kematian Ali Khamenei Guncang Peta Politik Timur Tengah
Arahan News - Media pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Minggu, 1 Maret 2026, akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
Awal Kejadian
Khamenei dilaporkan tewas di kantornya setelah serangan yang menargetkan pusat kekuasaan di ibu kota Iran. Konfirmasi kematiannya mengikuti laporan intelijen yang menyebutkan bahwa sekitar 40 pejabat tinggi Iran menjadi korban dalam serangan tersebut.
Perkembangan
Reza Pahlavi, putra mahkota Iran di pengasingan, menyatakan bahwa insiden ini menandai akhir dari Negara Islam Iran. Dalam pernyataannya di media sosial, Pahlavi menganggap bahwa struktur pemerintahan Republik Islam telah runtuh dan menegaskan bahwa suksesi kepemimpinan rezim tidak akan sah. Ia juga mengeluarkan ultimatum kepada jajaran militer dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk tidak mempertahankan pemerintahan yang telah runtuh.
Kondisi Terakhir
Pasca kematian Khamenei, IRGC mengumumkan operasi ofensif terhadap Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Sementara itu, jumlah korban jiwa di dalam negeri Iran dilaporkan meningkat, dengan lebih dari 200 orang tewas akibat serangan udara, termasuk 108 korban jiwa di sebuah sekolah perempuan. Situasi di Teheran saat ini berada dalam kondisi ketidakpastian tinggi.




