Jusuf Kalla Tanggapi Serangan Israel dan AS terhadap Iran
Arahan News - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyampaikan keprihatinan terhadap serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, yang terjadi di tengah perundingan nuklir antara AS dan Iran. JK menilai serangan ini tidak etis dan mencerminkan kekejaman yang dilakukan AS terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan pandangannya.
Awal Kejadian
Serangan terhadap Iran dilaporkan terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026, dengan sasaran dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dinyatakan tewas akibat serangan tersebut. Menyusul insiden itu, Israel menutup wilayah udaranya dan mengumumkan keadaan darurat untuk mengantisipasi serangan balasan dari Iran.
Perkembangan
Dalam pernyataannya, JK menyinggung sejarah intervensi militer AS di negara-negara seperti Venezuela, Afghanistan, Irak, dan Suriah, serta menganggap serangan terhadap Iran sebagai bagian dari pola kekerasan yang dilakukan AS. Ia juga mengungkapkan rasa duka cita atas kematian Khamenei dan menyatakan keprihatinannya terhadap dinamika politik di Iran yang terdiri dari beberapa kelompok, termasuk pendukung pemerintah dan kelompok reformis yang aktif dalam demonstrasi.
Respons
JK mengingatkan pentingnya peran Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim untuk menyerukan penghentian konflik dan berharap semua pihak menahan diri agar eskalasi tidak semakin meluas. Ia menekankan bahwa Indonesia harus mengambil sikap dalam merespons situasi ini, terutama sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kondisi Terakhir
Kematian Ayatollah Ali Khamenei telah memicu Iran untuk mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari libur nasional. Informasi mengenai serangan itu juga diperkuat oleh pejabat AS yang mengonfirmasi keterlibatan negara mereka dalam operasi tersebut, di mana AS mengerahkan armada besar di kawasan untuk menekan Iran terkait program nuklirnya.




