Iran Berpotensi Absen di Piala Dunia 2026 akibat Konflik dengan Amerika Serikat dan Israel
Arahan News - Iran berpotensi absen dari Piala Dunia 2026 akibat dampak konflik yang terjadi antara negara tersebut dengan Amerika Serikat dan Israel. Isu boikot dan pencoretan peserta mulai berkembang seiring meningkatnya ketegangan.
Awal Kejadian
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Namun, penyelenggaraan terbesar akan berlangsung di Amerika Serikat. Ketegangan yang meningkat dalam Perang Iran, terutama setelah tewasnya pemimpin Ali Khamenei, memunculkan seruan untuk boikot.
Perkembangan
Iran telah lolos ke Piala Dunia 2026 melalui kualifikasi zona AFC dan tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Semua pertandingan Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, di kota Los Angeles dan Seattle. Namun, situasi yang semakin genting terkait Perang Iran menimbulkan keraguan mengenai partisipasi mereka.
Kondisi Terakhir
Mehdi Taj, Presiden federasi sepak bola Iran, menyatakan pesimisme terkait keberangkatan timnya ke Piala Dunia 2026. Ia mengungkapkan, "Dengan apa yang terjadi hari ini, serangan oleh Amerika Serikat itu, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia." Sejarah menunjukkan bahwa Iran bukanlah negara pertama yang terancam absen dari Piala Dunia akibat konflik. Pada tahun 1992, Yugoslavia dicoret dari kualifikasi Piala Dunia 1994 akibat perang sipil dan pelanggaran HAM, meskipun mereka memiliki skuad yang kuat.




