Indonesia Menempati Peringkat Kedua sebagai Negara Paling Rentan Terhadap Penipuan Digital Menurut Global Fraud Index
Kemajuan teknologi yang pesat membawa dampak positif, namun juga menimbulkan tantangan baru berupa ancaman penipuan digital. Laporan internasional yang disusun oleh Global Fraud Index menunjukkan bahwa kasus penipuan digital terus berkembang di berbagai negara. Laporan ini dihasilkan oleh perusahaan teknologi keamanan identitas, Sumsub, yang bekerja sama dengan lembaga seperti Statista, CryptoUK, dan asosiasi fintech lainnya.
Global Fraud Index bertujuan untuk mengklasifikasikan negara-negara berdasarkan tingkat kerentanannya terhadap penipuan digital, serta memberikan informasi yang dapat digunakan oleh pebisnis, pemerintah, dan pembuat kebijakan untuk memperkuat pencegahan penipuan. Dengan demikian, laporan ini diharapkan dapat berkontribusi pada terciptanya ekosistem ekonomi digital yang lebih aman dan inklusif.
Metodologi Penelitian
Sumsub melakukan analisis sistem keamanan di 112 negara dengan mempertimbangkan empat indikator penilaian, yaitu:
- Aktivitas penipuan di negara tersebut
- Aksesibilitas sumber daya untuk pencegahan
- Intervensi pemerintah
- Kesehatan ekonomi negara
Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data internal dan eksternal. Data internal diambil dari 1 juta pemeriksaan identitas yang dilakukan setiap hari di platform Sumsub, serta aktivitas penipuan yang terdeteksi selama proses verifikasi digital. Sementara itu, data eksternal diperoleh dari berbagai sumber resmi seperti The World Bank, Transparansi Internasional, Oxford Insights, dan Numbeo.
Negara Paling Rentan Terhadap Penipuan
Hasil analisis menunjukkan bahwa Pakistan menempati peringkat teratas sebagai negara paling rentan terhadap penipuan digital, diikuti oleh Indonesia di peringkat kedua dan Nigeria di peringkat ketiga. Indonesia memperoleh skor sekitar 6,53 dari skala 10, yang menunjukkan tingkat kerentanan yang cukup tinggi dibandingkan negara lainnya.
Berikut adalah daftar 10 negara paling rentan terhadap penipuan digital:
- Pakistan: 7,48
- Indonesia: 6,53
- Nigeria: 6,43
- India: 6,16
- Tanzania: 5,49
- Uganda: 5,38
- Bangladesh: 5,34
- Rwanda: 4,92
- Azerbaijan: 4,89
- Sri Lanka: Skor tidak dipublikasikan
Negara Paling Aman Dari Penipuan
Di sisi lain, beberapa negara menunjukkan keamanan yang tinggi terhadap penipuan digital. Berikut adalah 10 negara yang dianggap paling aman:
- Luxembourg: 0,80
- Denmark: 0,88
- Finlandia: 1,03
- Norwegia: 1,07
- Belanda: 1,12
- Swiss: 1,20
- New Zealand: 1,24
- Swedia: 1,24
- Austria: 1,24
- Singapura: 1,36
Skor yang semakin rendah menunjukkan bahwa negara tersebut lebih terlindungi dan memiliki mekanisme yang kuat dalam mencegah penipuan digital.




