Indonesia Diakui Sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia Menurut Survei GFS
Sumber Foto: kompas.com
Kompas Negara

Indonesia Diakui Sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia Menurut Survei GFS

Survei Global Flourishing Study (GFS) mengungkapkan bahwa Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara paling bahagia di dunia. Penelitian ini dilakukan oleh Harvard University, Baylor University, dan lembaga riset global Gallup.

Indonesia memperoleh skor rata-rata 8,47 dari 10, mengungguli negara lain seperti Israel dan Filipina. Di sisi lain, Jepang tercatat sebagai negara dengan skor kebahagiaan terendah, yaitu 5,93.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa harunya atas hasil survei ini, meskipun menyadari bahwa banyak warganya hidup dalam keadaan yang sederhana. Ia mencatat bahwa meskipun kondisi ekonomi belum sejahtera, banyak rakyat yang tetap mengklaim merasa bahagia. "Saya paham bahwa sebagian besar rakyat kita sesungguhnya masih mengalami kehidupan yang sangat-sangat sederhana. Tetapi jika ditanya, mereka tetap mengatakan bahagia," ujar Prabowo.

Daftar Negara Paling Bahagia Menurut GFS

Berdasarkan survei GFS, berikut adalah daftar sepuluh negara paling bahagia di dunia:

  • Indonesia
  • Israel
  • Filipina
  • Meksiko
  • Polandia
  • Nigeria
  • Mesir
  • Kenya
  • Tanzania
  • Argentina

Sementara itu, Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu negara maju berada di peringkat ke-12, di bawah Hong Kong. Inggris, Turkiye, dan Jepang berada di posisi paling bawah dalam daftar ini.

Metode Survei GFS

Survei GFS menunjukkan bahwa meskipun Indonesia tidak menonjol dari segi ekonomi, negara ini memiliki kekuatan dalam hubungan sosial dan nilai-nilai karakter yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Peneliti GFS menilai bahwa hubungan sosial yang erat, rasa kebersamaan, dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu kebahagiaan di Indonesia.

Berbeda dengan negara-negara berpenghasilan tinggi yang cenderung kurang memiliki hubungan sosial yang bermakna, Indonesia menunjukkan bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, melainkan juga dari kesejahteraan holistik yang mencakup fisik, mental, moral, dan sosial.

Survei ini melibatkan lebih dari 200.000 responden dari 23 negara dan wilayah, yang diminta untuk menilai sejauh mana mereka merasa hidup bermakna, bahagia, sehat, dan terhubung satu sama lain. Lima dimensi utama yang dinilai dalam survei ini meliputi:

  • Kebahagiaan dan kepuasan hidup
  • Kesehatan mental dan fisik
  • Makna dan tujuan hidup
  • Karakter dan keutamaan moral
  • Hubungan sosial yang erat