India Memimpin Minat Baca Global, Indonesia Masih Tertinggal Jauh
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan budaya konsumsi informasi yang serba cepat, minat baca buku masih menjadi aktivitas penting di beberapa negara. Namun, tidak semua negara menunjukkan komitmen yang sama dalam meluangkan waktu untuk membaca.
Salah satu temuan menarik adalah posisi India, yang bukan merupakan negara maju, sebagai salah satu negara dengan tingkat membaca tertinggi di dunia. Rata-rata penduduk India menghabiskan waktu sekitar 352 jam per tahun untuk membaca, hanya sedikit tertinggal dari Amerika Serikat yang berada di urutan pertama dengan 357 jam per tahun.
Data ini diperoleh dari laporan World Population Review, yang mencatat bahwa India merupakan satu-satunya negara non-maju di luar kawasan Eropa yang termasuk dalam kategori negara dengan minat baca tinggi. Hal ini menjadi perhatian mengingat India sering kali tidak tercatat dalam daftar negara dengan tingkat pendidikan tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa Barat dan Amerika Utara.
Tingginya tingkat membaca di India menunjukkan adanya tradisi literasi yang kuat, didukung oleh akses terhadap buku-buku murah, keberadaan perpustakaan kota, serta kegiatan belajar berbasis komunitas yang aktif.
Indonesia Tertinggal dalam Minat Baca
Di kawasan Asia Tenggara, Singapura menduduki peringkat ke-13 dunia dengan rata-rata waktu membaca mencapai 155 jam per tahun. Di sisi lain, Indonesia masih jauh tertinggal di peringkat ke-30 dengan rata-rata waktu yang dihabiskan untuk membaca hanya sekitar 129 jam per tahun.
Minimnya kebiasaan membaca di Indonesia sering kali dikaitkan dengan beberapa faktor, antara lain:
- Rendahnya budaya literasi di keluarga,
- Terbatasnya akses terhadap perpustakaan yang layak di berbagai daerah,
- Tingginya konsumsi media digital visual yang mengalahkan minat baca buku.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar bagi Indonesia dalam meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat.




