Hilirisasi Produk Kelapa, CPO, dan Gambir Berpotensi Menghasilkan Rp 15.000 Triliun
Jakarta - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa hilirisasi produk kelapa, minyak sawit mentah (CPO), dan gambir memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan negara hingga Rp 15.000 triliun. Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat memberikan pembekalan di acara pelatihan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, Bogor, Jawa Barat.
Amran menjelaskan bahwa potensi ekonomi dari hilirisasi ketiga produk ini setara dengan lima tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Jika ini berhasil, hanya dengan dua atau tiga produk, seperti CPO, gambir, dan kelapa, kita bisa mencapai Rp 15.000 triliun," ujarnya.
Saat ini, harga kelapa di pasar domestik mencapai sekitar Rp 10.000 per butir. Namun, harga kelapa mentah yang diekspor ke luar negeri dapat mencapai Rp 30.000 per butir. Melalui kebijakan hilirisasi, produk kelapa dapat diolah menjadi santan dan virgin coconut oil (VCO), yang dapat meningkatkan nilai ekonominya hingga 100 kali lipat. Amran menyebut, jika ekspor kelapa mentah Indonesia mencapai Rp 24 triliun, maka potensi ekonomi dari hilirisasi dapat mencapai Rp 2.400 triliun.
Selain kelapa, hilirisasi gambir juga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan, dengan nilai potensi mencapai Rp 5.000 triliun. Gambir, yang biasa digunakan untuk menyirih, dapat diolah menjadi tinta, sampo, dan sabun. Indonesia saat ini menyuplai 80 persen kebutuhan pasar gambir dunia, namun sebagian besar diekspor dalam bentuk bahan mentah ke negara seperti India. Amran menekankan perlunya pengolahan di dalam negeri untuk memaksimalkan nilai tambah dari produk ini.
Amran juga menyebutkan bahwa air kelapa, jika dikemas dan diolah dengan baik, dapat memiliki nilai ekonomi tinggi, yang bisa mencapai Rp 2.400 triliun.
Dengan potensi yang besar ini, hilirisasi produk pertanian diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani.




