Hasil Kunjungan Kerja Prabowo: Investasi Triliunan dan Pengembalian Artefak
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyelesaikan kunjungan kerja selama enam hari ke empat negara, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Kanada, dan Belanda. Kunjungan ini berakhir pada Sabtu, 27 September 2025, dan menghasilkan beberapa capaian strategis, termasuk komitmen investasi yang signifikan dan kesepakatan pengembalian artefak bersejarah.
Komitmen Investasi dari Jepang
Pada kunjungan pertamanya di Jepang, Prabowo menghadiri Expo Osaka 2025, di mana ia menerima laporan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Dari ajang tersebut, tercatat komitmen investasi sebesar USD 23,8 miliar, yang setara dengan sekitar Rp 380 triliun.
Pidato di Sidang Umum PBB
Di Amerika Serikat, Presiden Prabowo berkesempatan untuk menyampaikan pidato pada Sidang Umum PBB. Ia menjadi pembicara ketiga setelah perwakilan dari Brasil dan Amerika Serikat. Pidato tersebut mendapat banyak apresiasi dari para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat, Perdana Menteri Kanada, dan Raja Belanda. Prabowo juga bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menyatakan dukungan untuk pengembangan akademi sepak bola muda di Indonesia.
Kesepakatan ICA CEPA di Kanada
Sebagai bagian dari kunjungannya ke Kanada, Prabowo menandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA) bersama Perdana Menteri Mark Carney. Kesepakatan ini akan menghapus 90,5 persen tarif barang dari Indonesia, yang diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perdagangan antara kedua negara.
Pengembalian 30.000 Artefak dari Belanda
Dari Belanda, Prabowo membawa pulang kesepakatan untuk mengembalikan 30.000 objek bersejarah Indonesia yang selama ini disimpan di sana. Dalam pertemuannya dengan Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima, kesepakatan ini dicapai setelah proses negosiasi yang panjang. Menteri Kebudayaan Fadli Zon diharapkan akan segera menindaklanjuti proses pengembalian artefak tersebut, yang mencakup fosil dan dokumen budaya Indonesia.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Indonesia dalam meningkatkan hubungan bilateral dan kerjasama internasional di berbagai bidang, serta mengembalikan warisan budaya yang penting bagi bangsa.




