Eskalasi Konflik Timur Tengah: Serangan antara Israel dan Hizbullah serta Respons Internasional
Arahan News - Konflik di Timur Tengah kembali memanas dengan terjadinya serangan antara Israel dan Hizbullah, serta respons dari Amerika Serikat dan negara-negara Teluk terhadap serangan yang menargetkan Iran.
Awal Kejadian
Serangan dimulai ketika Hizbullah menembakkan roket ke wilayah Israel sebagai balasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Militer Israel merespons dengan melancarkan serangan ke target-target Hizbullah di Lebanon pada Senin (1/3/2026).
Perkembangan
Israel meminta warga di sekitar 50 kota dan desa di Lebanon untuk mengungsi, mengingat serangan terhadap Hizbullah diperkirakan akan berlanjut. Selain itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengutuk serangan Iran ke negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS, menyebut tindakan tersebut sebagai perilaku ceroboh yang merusak stabilitas.
Di Irak, sebuah pangkalan militer yang menampung kelompok bersenjata pro-Iran, Kataeb Hizbullah, kembali menjadi sasaran serangan, dengan tiga serangan dilaporkan mengenai pangkalan Jurf al-Nasr.
Militer Israel juga melancarkan serangan besar-besaran ke Teheran, menargetkan apa yang disebutnya sebagai 'rezim teror Iran'.
Kondisi Terakhir
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa Iran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat, menegaskan posisi tegas negaranya di tengah meningkatnya ketegangan.




