Delapan Negara Tutup Wilayah Udara Akibat Konflik AS-Israel vs Iran
Arahan News - Delapan negara menutup wilayah udara mereka sebagai dampak dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).
Awal Kejadian
Penutupan wilayah udara ini mencakup Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Suriah juga mengumumkan penutupan sebagian wilayah udaranya di selatan sepanjang perbatasan dengan Israel selama 12 jam.
Perkembangan
Dampak dari penutupan ini menyebabkan sejumlah maskapai penerbangan internasional, seperti Qatar Airways, Emirates, Saudia, Air France, dan Lufthansa, menangguhkan atau membatalkan penerbangan yang melewati wilayah Timur Tengah. Penutupan wilayah udara terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan untuk menghancurkan industri rudal dan angkatan laut Iran, yang sebelumnya terlibat dalam negosiasi mengenai program nuklirnya.
Kondisi Terakhir
Wilayah udara Timur Tengah, yang merupakan jalur penting bagi penerbangan antara Eropa dan Asia, terpaksa dialihkan, dengan pesawat mengalihkan rute di sekitar Larnaca, Jeddah, Kairo, dan Riyadh. Maskapai penerbangan dari UEA, termasuk Emirates dan Flydubai, menghentikan operasional, sementara Etihad menangguhkan semua keberangkatan dari Abu Dhabi hingga pukul 10:00 GMT pada hari Minggu.




