Dampak Serangan AS terhadap Iran dan Venezuela: Potensi Resesi Ekonomi Global
Sumber Foto: Kompas.com
Kompas Negara

Dampak Serangan AS terhadap Iran dan Venezuela: Potensi Resesi Ekonomi Global

Arahan News - Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran berisiko menyebabkan gangguan besar pada pasokan minyak di Timur Tengah, yang dapat memicu resesi ekonomi global. Sebelumnya, pada Januari, AS juga melancarkan serangan terhadap Venezuela, negara penghasil minyak lainnya.

Awal Kejadian

Iran, sebagai anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan produsen minyak terbesar keempat di organisasi tersebut, memiliki produksi minyak sedikit di atas 3 juta barel per hari. Negara ini juga berbatasan dengan Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak global yang dilalui sekitar 20 persen dari total perdagangan minyak dunia.

Perkembangan

Mantan penasihat energi Gedung Putih, Bob McNally, menyatakan bahwa pasar telah meremehkan ancaman pembalasan Iran terhadap serangan AS. Ia memperkirakan harga minyak mentah berjangka dapat meningkat antara 5 hingga 7 dollar AS per barel. Penutupan Selat Hormuz dapat mengakibatkan lonjakan harga minyak dan berpotensi menyebabkan resesi global, mengingat lebih dari 14 juta barel minyak per hari mengalir melalui selat tersebut.

Kondisi Terakhir

Serangan AS terhadap Iran pada Sabtu lalu adalah yang kedua kalinya tahun ini, setelah serangan terhadap Venezuela. Dalam konteks ini, dampak serangan AS terhadap Iran diperkirakan akan lebih parah dibandingkan dengan serangan sebelumnya. Iran, sebagai produsen minyak yang lebih besar dibandingkan Venezuela, memiliki lokasi strategis yang dapat berdampak signifikan pada pasar energi global. Gangguan pasokan dari Iran dapat meningkatkan biaya energi dan harga bensin di AS, serta mempengaruhi ekonomi negara-negara importir utama seperti China.