Dampak Kenaikan Harga Minyak Terhadap Belanja Negara Indonesia
Arahan News - Kenaikan harga minyak mentah dunia berpotensi meningkatkan belanja negara Indonesia hingga Rp 10,3 triliun untuk setiap kenaikan 1 dolar AS. Hal ini disebabkan oleh dampak dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang mengganggu rantai pasok global.
Awal Kejadian
Serangan militer oleh AS dan Israel ke Iran telah memicu lonjakan harga minyak mentah. Sekretaris Kemenko bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa harga minyak yang meningkat sangat sensitif terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Perkembangan
Susi menjelaskan bahwa setiap kenaikan 1 dolar AS dalam Indonesian Crude Price (ICP) akan menambah belanja negara sebesar Rp 10,3 triliun. Ini termasuk subsidi dan kompensasi energi. Di sisi lain, pemerintah juga akan memperoleh tambahan penerimaan sebesar Rp 3,6 triliun dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam (SDA) Migas. Dengan demikian, pemerintah akan menghadapi defisit sekitar Rp 6,7 triliun untuk setiap kenaikan 1 dolar AS ICP.
Kondisi Terakhir
Pemerintah terus memantau perkembangan konflik global tersebut. Susi menambahkan bahwa jika gangguan rantai pasok global terjadi, inflasi bisa meningkat, yang akan berdampak pada harga energi dan bahan baku industri yang sebagian besar diimpor. Kenaikan inflasi dapat mendorong otoritas moneter untuk mengetatkan kebijakan suku bunga, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi. Investor cenderung mencari aset aman, dan harga emas serta obligasi pemerintah diproyeksikan naik, yang dapat menekan pasar saham.




