Berhasil Turunkan 13 Kg, Gilang Berbagi Pengalaman Diet Intermittent Fasting
Arahan News - KOMPAS.com - Gilang, karyawan swasta di Jakarta, berhasil menurunkan berat badan sebanyak 13 kilogram dalam waktu kurang dari lima bulan setelah menjalani pola makan intermittent fasting (IF) 18:6 dan mengubah gaya hidupnya.
Gilang membagikan pengalamannya saat diwawancarai Kompas.com pada Senin (9/3/2026).
Berat badan Gilang sebelumnya mencapai 85 kilogram sebelum akhirnya turun menjadi 72 kilogram.
“Iya, saya IF itu 18-6. Jadi 18 jam puasa, 6 jam makan,” ujar Gilang.
Mengurangi gula dan nasi
Selain menjalani intermittent fasting, Gilang juga mulai mengubah pola makan sehari-hari. Ia mengurangi konsumsi gula dan membatasi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti nasi.
Gilang kemudian mengganti sebagian sumber karbohidrat dengan karbohidrat kompleks.
“Terus saya stop gula. Saya kurangin karbo, kurangin makan nasi, terus ganti pakai karbo kompleks kayak ubi,” kata Gilang.
Perubahan pola makan tersebut dilakukan bersamaan dengan rutinitas olahraga yang ia jalani setiap pagi.
Mengatasi rasa lapar saat diet
Dok. pribadi Dengan pola makan intermittent fasting 18:6 dan olahraga rutin setelah Subuh, Gilang berhasil menurunkan 13 kilogram dalam waktu kurang dari lima bulan.
Gilang mengaku tantangan terbesar selama menjalani diet justru datang dari kebiasaan makan.
Menahan rasa lapar, terutama pada malam hari, sering menjadi bagian tersulit saat menjalani pola makan baru.
“Kadang-kadang masih sering juga kalau malam tuh lapar banget,” ujar Gilang.
Ia kemudian memilih makanan sederhana sebagai pengganti saat rasa lapar datang. Biasanya Gilang mengonsumsi telur karena dianggap cukup mengenyangkan.
“Tapi akhirnya saya ganti aja makan telur. Biasanya telur rebus gitu atau telur ceplok, tapi enggak pakai minyak,” kata Gilang.
Menjalani diet secara konsisten
Gilang mengatakan tidak menggunakan trik khusus dalam menjalani pola dietnya. Informasi mengenai intermittent fasting ia pelajari dari berbagai penjelasan yang banyak beredar di media sosial.
“Saya enggak pakai trik khusus sih karena sebenarnya sudah banyak di media sosial yang jelasin soal IF,” ujar Gilang.
Menurut Gilang, konsistensi menjadi faktor penting dalam proses menurunkan berat badan. Ia juga menilai setiap orang perlu menemukan motivasi pribadi agar bisa menjalani diet secara berkelanjutan.
“Saran saya mungkin orang harus cari tahu motivasinya atau kesukaannya waktu mau turunin berat badan,” kata Gilang.




