AS Jadi Penyumbang Surplus Terbesar, China Pimpin Defisit Dagang RI
Arahan News - Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan tiga negara penyumbang surplus dan defisit terbesar dalam neraca perdagangan Indonesia, baik secara total (migas dan non-migas) maupun khusus non-migas.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebutkan, untuk neraca perdagangan total, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat sebesar US$1,55 miliar, India sebesar US$1,07 miliar, serta Filipina sebesar US$0,69 miliar.
Di sisi lain, "Negara penyumbang defisit terdalam yaitu China, itu defisit sebesar US$2,47 miliar. Kemudian Australia defisit sebesar US$0,96 miliar dan Perancis defisit sebesar US$0,47 miliar," kata Ateng dalam paparan rilis statistik BPS, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, untuk neraca perdagangan non-migas, surplus terbesar masih disumbang oleh AS sebesar US$1,81 miliar, India sebesar US$1,10 miliar, dan Filipina sebesar US$0,69 miliar.
Defisit non-migas terdalam kembali berasal dari China sebesar US$2,62 miliar, diikuti Australia sebesar US$0,84 miliar dan Perancis sebesar US$0,47 miliar.
Baca Juga
Januari 2026, Surplus Neraca Dagang RI Menyempit Jadi US$950 Juta
Nilai Ekspor Januari 2026 Naik 3,39%, Lebih Rendah dari Proyeksi
3 Komoditas Utama Impor Januari 2026: Elektrik, Mekanik & Plastik
Next article →




