10 Negara Teraman untuk Berjalan Kaki Sendiri pada Malam Hari, Mayoritas dari Asia
KOMPAS.com - Laporan Global Safety Report 2025 yang diterbitkan oleh Gallup mengungkapkan informasi penting mengenai keamanan berjalan kaki sendirian pada malam hari. Berdasarkan survei yang melibatkan lebih dari 144.000 responden di 144 negara, laporan ini menyajikan daftar negara-negara yang dianggap paling aman dan paling tidak aman untuk aktivitas tersebut.
Survei menunjukkan bahwa sekitar 73 persen orang di seluruh dunia merasa aman untuk berjalan kaki sendirian di negara mereka, meningkat dari 63 persen pada tahun 2006. Peningkatan ini mencerminkan perbaikan dalam persepsi keamanan masyarakat seiring berjalannya waktu.
10 Negara Teraman untuk Berjalan Kaki Sendiri pada Malam Hari
Singapura menempati posisi teratas sebagai negara paling aman untuk berjalan kaki pada malam hari, dengan tingkat persepsi keamanan sebesar 98 persen. Hal ini didukung oleh tingkat kejahatan yang rendah dan penegakan hukum yang efektif.
Berikut adalah sepuluh negara teraman untuk berjalan kaki sendiri pada malam hari:
- Singapura: 98 persen
- Tajikistan: 95 persen
- China: 94 persen
- Oman: 94 persen
- Arab Saudi: 93 persen
- Hong Kong: 91 persen
- Kuwait: 91 persen
- Norwegia: 91 persen
- Bahrain: 90 persen
- Uni Emirat Arab: 90 persen
10 Negara Paling Tidak Aman untuk Berjalan Kaki Sendiri pada Malam Hari
Di sisi lain, Afrika Selatan tercatat sebagai negara paling tidak aman untuk berjalan kaki pada malam hari, dengan tingkat persepsi keamanan hanya sebesar 33 persen. Warga sering menghadapi risiko perampokan dan penyerangan, disebabkan oleh ketidakefektifan sistem kepolisian dan sejarah kekerasan yang melanda negara tersebut.
Berikut adalah sepuluh negara paling tidak aman untuk berjalan kaki sendiri pada malam hari:
- Afrika Selatan: 33 persen
- Lesotho: 34 persen
- Botswana: 34 persen
- Liberia: 37 persen
- Ekuador: 38 persen
- Chile: 39 persen
- Zimbabwe: 40 persen
- Eswatini: 40 persen
- Myanmar: 41 persen
- Chad: 41 persen




