Workshop Zero Waste Tingkatkan Pengelolaan Sampah di Tomohon
Sumber Foto: RRI.co.id
Lifestyle

Workshop Zero Waste Tingkatkan Pengelolaan Sampah di Tomohon

RRI.CO.ID, Tomohon - Caroll Senduk bersama Sendy Rumajar menghadiri Workshop Zero Waste Lifestyle for Tomohon City yang digelar di Command Center Pemerintah Kota Tomohon. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari UN-HABITAT yakni Urban Development Expert Mr. Sovanarith Sieng dan Local Project Officer Indonesia Ibu Mula Pralampita Nursetianti.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Proyek Accelerating the Implementation of the ASEAN Sustainable Urbanisation Strategy Phase II (ASUS Tahap II) merupakan kelanjutan sekaligus penguatan dari tahap pertama. Program ini dibangun berdasarkan prinsip-prinsip Strategi Urbanisasi Berkelanjutan ASEAN dan dirancang untuk mendukung implementasi langsung ASEAN Sustainable Urbanisation Strategy (ASUS), khususnya di kota-kota sekunder dan menengah seperti Tomohon.

Menurutnya, proyek ASUS merupakan tindak lanjut dari Master Plan on ASEAN Connectivity 2025 yang telah diluncurkan sejak 2018 guna menjawab tantangan urbanisasi di kawasan Asia Tenggara.

“Kita semua menyadari bahwa tantangan urbanisasi saat ini tidaklah ringan. Pertumbuhan populasi yang pesat, perubahan iklim yang semakin nyata, serta tekanan terhadap sumber daya alam menuntut kota-kota untuk bertanggung jawab secara lebih kompleks. Pengelolaan sampah, sanitasi, dan air bersih menjadi isu mendesak di Kota Tomohon,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila pengelolaan sampah dan limbah tidak ditangani secara sistematis dan berkelanjutan, maka akan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, serta ketahanan kota secara keseluruhan.

Sebagai salah satu kota yang terpilih dalam program ASUS, Tomohon sebelumnya telah mengikuti ASEAN Sustainable Urbanisation Forum (ASUF) di Kuala Lumpur pada Agustus 2025. Dalam forum tersebut, Tomohon menetapkan fokus utama pada bidang pengelolaan sampah guna mendukung program nasional Indonesia Bebas Sampah 2029.

Pada ASUS Tahap II ini, Kota Tomohon akan berpartisipasi dalam penyelesaian City Technical Proposal dengan memvalidasi City Diagnostic Report serta menganalisis visi kota bersama para pemangku kepentingan melalui proses kolaboratif.

Wali Kota juga memaparkan kondisi pengelolaan sampah di Tomohon yang saat ini masih terpusat di TPA Regional Tara-Tara seluas 5,3 hektare. Meski dirancang sebagai sanitary landfill, praktik di lapangan masih berupa open dumping dan instalasi pengolahan lindi (IPL) belum berfungsi optimal.

“Timbunan sampah di Tomohon mencapai sekitar ±51,6 ton per hari, dengan komposisi sekitar 70 persen merupakan sampah organik. Pemerintah Kota terus mempertajam upaya pengolahan sampah melalui program PPSOT, pengembangan integrated farming di Kelurahan Kakaskasen, serta community composting sebagai proyek percontohan di Kelurahan Taratara Raya, yang diharapkan dapat diperluas ke seluruh kelurahan,” ujarnya.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, antara lain kurangnya koordinasi lintas sektor, belum terhubungnya perangkat daerah dan komunitas secara sistematis, perlunya penguatan landasan kebijakan formal, data persampahan yang belum terpadu dan valid, belum terintegrasinya inovasi masyarakat ke dalam sistem formal, serta keterbatasan anggaran.

“Melalui workshop ini, saya berharap lahir rekomendasi konkret dalam mendukung proyek ASUS yang dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Tomohon. Mari kita bekerja sama menciptakan Tomohon yang bersih, hijau, dan sehat melalui program pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tegasnya.