Transformasi Tekstil di Asia Tenggara Melalui Teknologi Dye-Sublimation
Sumber Foto: detikInet
Teknologi

Transformasi Tekstil di Asia Tenggara Melalui Teknologi Dye-Sublimation

Arahan News - Jakarta -

Industri cetak tekstil di Asia Tenggara sedang masuk fase 'naik level'. Bukan cuma soal mengejar volume produksi, tapi juga menjawab permintaan pasar yang makin spesifik, serba cepat, dan ingin hasil yang personal. Di saat yang sama, tuntutan efisiensi biaya dan isu keberlanjutan ikut menekan pelaku industri untuk bertransformasi, dari proses analog dan sablon konvensional menuju teknologi digital yang lebih lincah.

Di titik inilah teknologi digital dye-sublimation makin dilirik. Epson, melalui kolaborasi riset dengan International Data Corporation (IDC), merangkum tren tersebut dalam whitepaper Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth. Laporan ini disusun dari survei regional terhadap pemilik dan pengambil keputusan perusahaan cetak tekstil di Indonesia, Filipina, dan Thailand, dan menyoroti bagaimana dye-sublimation mendorong nilai bisnis, keberlanjutan, sampai peluang ekspansi pasar.

Dalam konteks transformasi ini, Epson menilai masih ada pekerjaan rumah penting di industri, yakni menyelaraskan ambisi penyedia layanan dengan prioritas pelanggan, terutama soal keberlanjutan.