Transformasi Digital: Ramadhan yang Semarak di Era Milenial
Digitalisasi menjadi keniscayaan zaman era millenial. Terutama pasca covid, setiap orang semakin melekat dengan internet. Mulai dari sekadar hiburan, komunikasi dengan keluarga, hingga masalah pekerjaan.
Sekarang adalah saat dimana setiap orang terlibat dalam koneksitas digital. Baik kepentingan ekonomi, politik, pencitraaan atau pun sekedar membangun hubungan sosial. Semua pihak termasuk keuangan sekarang sudah mulai menggunakan platform digital. Tidak hanya di kota besar, bahkan di pelosok pun, sekarang menjamur transaksi dengan qris untuk sekedar jajan es teh.
Ramadhan 1447 h, tahun ini juga diramaikan pula dengan berbagai sebaran informasi digital, dari informasi pengajian, jadwal penceramah, jadwal penakjil, hingga berbagai conten dakwah. Ini semua menjadi ramadan lebih semarak di dunia maya.
Beberapa masjid juga telah mencoba beradaptasi dengan tuntutan digital para jamaah dengan merekam dan mendokumentasikan berbagai kegiatan masjid dan kegiatan dakwah. Bahkan kultum- kultum jelang berbuka, jelang tarawih, bakda subuh juga di unggah ke media sosial baik secara rekaman maupun live streaming (siaran langsung) sehingga bisa diakses oleh jamaah di rumah yang sedang berhalangan hadir ke masjid. Dengan di upload ke media sosial berarti juga mensyiarkan dakwah tersebut hingga ke berbagai penjuru dunia yang mengakses siaran tersebut. Siaran dakwah bukan hanya lokal, tetapi melintas benua ke berbagai negara.
Demikian pula jamaah juga mengakses berbagai kajian dari belahan dunia yang lain, khususnya dari timur tengah bersama para masyayikh yang populer dari kalangan unat Islam secara realtime maupun rekaman.




