Transformasi Daun Lidah Buaya Jadi Harapan Baru Petani Ninh Thuan
Sumber Foto: Vietnam.vn
Internasional

Transformasi Daun Lidah Buaya Jadi Harapan Baru Petani Ninh Thuan

Arahan News - Dari momen yang mengharukan itu, perjalanan untuk membawa daun kecil itu ke dunia dimulai, membuka masa depan baru bagi ratusan keluarga petani di wilayah yang disinari matahari dan diterpa angin ini.

Dari pertemuan tak sengaja di tengah pasir putih hingga tersandung pertama kali.

Perjalanan bisnis itu, yang awalnya hanya merupakan penilaian terhadap perjanjian pinjaman, secara tak terduga mengubah jalan hidup Nguyen Van Thu. Melihat orang-orang menghancurkan ladang lidah buaya mereka yang subur karena tidak ada pembeli, ia menyadari bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk masyarakat.

Ia mulai meneliti, membaca dokumen, dan belajar sendiri proses pengolahan lidah buaya. Kemudian ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di bank – tempat ia bekerja selama bertahun-tahun – untuk mendirikan GC Food Joint Stock Company pada tahun 2011. Ia menyewa lahan di Kawasan Industri Giang Dien ( provinsi Dong Nai) untuk membangun pabrik dan memilih provinsi Ninh Thuan sebagai sumber bahan bakunya.

Tuan Thu percaya bahwa jika Jepang mampu menciptakan industri lidah buaya senilai miliaran dolar, maka Vietnam pasti bisa melakukan hal yang sama. Ia mengundang para ahli Jepang untuk membimbingnya, menstandarisasi prosesnya, secara pribadi membawa produk-produk tersebut ke pasar, dan menandatangani kontrak.

Namun, kemunduran pertama datang sangat awal. Pada tahun 2013, pengiriman pertama lidah buaya yang diekspor ke Jepang – senilai lebih dari setengah miliar VND – dikembalikan. Bagi bisnis baru, ini merupakan jumlah modal, kerja keras, dan harapan yang sangat besar.

Tanpa gentar, ia kembali ke pabrik dan dengan teliti memeriksa kembali setiap langkahnya. Proses tersebut dirombak total. Ia terus mengundang para ahli Jepang untuk memberikan bimbingan dan transfer teknologi secara sistematis. Bersamaan dengan pabrik, ia memperluas area penanaman bahan baku, menginstruksikan petani lokal tentang cara bercocok tanam sesuai standar kebersihan, mencapai hasil panen yang tinggi, serta memastikan keamanan dan kebersihan pangan.

Alih-alih memanen secara musiman, ia menginstruksikan para petani tentang cara memangkas daun agar tanaman dapat terus tumbuh. Metode ini membantu petani memperoleh pendapatan sepanjang tahun, sementara bisnis memiliki sumber bahan baku yang stabil dan berkualitas tinggi.

Pada tahun 2014, pabrik baru GC Food didirikan di Ninh Thuan. Sejak saat itu, semuanya berjalan lancar. GC Food berekspansi ke ekspor jeli kelapa dan produk terkait, membawa barang-barang Vietnam ke 27 negara.

Ketika sehelai daun kecil mengubah lanskap pedesaan.

Malam-malam tanpa tidur di pabrik, hari-hari terik di bukit pasir Ninh Thuan telah menempa seorang pria yang bersemangat tentang " pertanian yang bahagia". Bapak Thu pernah berkata: " Sepuluh miliar dong dapat membeli sebuah rumah di kota, tetapi hanya satu miliar dong dapat mengubah seluruh daerah pedesaan."

Dan ia berhasil. Setelah hampir dua dekade, lahan berpasir luas yang disinari matahari di Ninh Thuan telah berubah menjadi lanskap hijau yang ditutupi perkebunan lidah buaya. Ratusan keluarga kini memiliki pekerjaan dan penghasilan yang stabil.

Bapak Hoang Minh Khanh, Wakil Ketua Komite Rakyat Kelurahan Ninh Thuan, mengatakan bahwa di daerah tersebut terdapat hampir 300 rumah tangga yang menanam lidah buaya di lahan seluas lebih dari 80 hektar, dengan hasil rata-rata 4-4,5 ton/hektar/bulan, berkali-kali lebih tinggi daripada menanam bawang atau jagung.

Di wilayah Ninh Hai, kisahnya bahkan lebih luar biasa: masyarakat Raglai telah menemukan mata pencaharian berkelanjutan untuk pertama kalinya. Bapak Thanh Lai Chu, Direktur Koperasi Son Phat, mengenang: “ Sebelumnya, masyarakat Raglai hanya menanam jagung dan kacang fava, hanya menghasilkan beberapa juta dong per tahun, tidak cukup untuk hidup. Sekarang, dengan menanam lidah buaya, satu setengah hektar lahan dapat menghasilkan 7-8 juta dong per bulan.”

Hingga saat ini, GC Food telah bermitra dengan lebih dari 500 rumah tangga petani, termasuk lebih dari 100 rumah tangga etnis minoritas. Masyarakat tidak hanya mendapatkan penghasilan tetapi juga merasa bangga dengan produk yang mereka hasilkan. Daun kecil yang dulunya dibuang, kini telah menjadi mata pencaharian dan harapan seluruh komunitas.

Menurut Bapak Nguyen Van Muoi, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Buah dan Sayur Vietnam, kisah lidah buaya Ninh Thuan merupakan contoh nyata ketahanan pertanian lokal di era konsumsi hijau. Dengan iklim tropis dan praktik pertanian yang fleksibel, Vietnam benar-benar mampu menciptakan produk alami yang memenuhi permintaan global untuk makanan, kosmetik, dan farmasi.