Trans Beken Dikenal Nyaman, Wali Kota Bekasi Ajak Masyarakat Berperan Dalam Penilaian
Lihat Foto
Penampakan Trans Bekasi Keren (Trans Beken) transportasi umum milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang resmi beroperasi sejak Selasa (10/2/2026). Jumat (13/2/2026). (KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA)
BEKASI, KOMPAS.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan, keberhasilan layanan Trans Bekasi Keren (Trans Beken) sebagai transportasi publik milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak hanya diukur dari jumlah penumpang, tetapi juga dari penilaian seluruh pihak, termasuk sopir angkutan kota (angkot).
"Surveinya itu tidak hanya kepada penumpang dan pengguna, tapi juga kepada angkot. Apa sih sebetulnya yang menjadi harapan dan keinginan mereka?" ujar Tri kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Wali Kota Bekasi Buka Peluang Angkot Jadi Feeder LRT dan Trans Beken
Menurut Tri, keberhasilan sebuah program transportasi publik harus dinilai secara objektif oleh masyarakat, bukan oleh pemerintah semata.
"Kan masalah berhasil atau tidak masyarakat yang menilai, bukan saya, bukan Pemerintah," kata dia.
Ia menambahkan, tugas pemerintah adalah mendengarkan aspirasi masyarakat, termasuk terkait kebutuhan fasilitas penunjang seperti halte.
"Termasuk tadi permintaan halte. Tapi tentunya harus kemudian selaras dengan apa yang menjadi program dari SKPD," ujarnya.
Tri juga mendorong agar dinas terkait melakukan evaluasi berkala, termasuk terhadap layanan Trans Patriot maupun Trans Beken.
Menurut dia, perlu adanya survei kepuasan terkait dengan kebutuhan masyarakat agar bisa dilakukan penyempurnaan terhadap transportasi publik tersebut.
Sebelumnya, kehadiran Trans Beken mulai menjadi primadona baru bagi warga Bekasi.
Baca juga: Di Tengah Polemik Trans Beken, Dishub Bekasi Buka Opsi Tata Ulang Trayek Angkot
Layanan ini dinilai lebih aman, praktis, murah, dan nyaman dibandingkan angkot, khususnya pada rute Terminal Bekasi–Harapan Indah.
Salah seorang penumpang, Berliana (63), warga Pondok Hijau Permai, Kecamatan Rawalumbu, mengaku beralih menggunakan Trans Beken karena faktor keamanan dan kenyamanan.
"Kalau naik angkot pengamennya itu yang ganggu. Kadang-kadang kan kita enggak tahu ya, takut juga kalau mau ngasih duit, kadang kasar juga ngomongnya," ujar Berliana saat ditemui Kompas.com, Jumat (13/2/2026).
Ia menilai perjalanan dengan Trans Beken lebih praktis karena tidak perlu berganti kendaraan seperti saat menggunakan angkot.
"Kalau naik angkot itu enggak ada yang langsung sampai ke tujuan. Harus transit-transit, kadang cuma sampai Kranji. Kadang cuma sampai stasiun, jadi lebih susah. Makan waktu dan ongkosnya ya mahal banget," ujarnya.
Ia berharap layanan Trans Beken dapat terus beroperasi dan ditingkatkan kualitasnya agar masyarakat memiliki alternatif transportasi publik yang layak.
"Harapannya agar bus ini bisa teruslah dioperasikan gitu biar membantu masyarakat juga," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Bekasi
Trans Beken
trans beken bekasi
Lihat Megapolitan Selengkapnya
Pilihan Untukmu
Terkini Lainnya
Imbas Longsor Bantargebang, Petugas Antre Sejak Dini Hari untuk Buang Sampah di Jatinegara
Megapolitan
30/03/2026, 23:04 WIB
Mobil Mercy Tabrak Xpander di Serpong, Masuk Jalur Berlawanan
Megapolitan
30/03/2026, 22:46 WIB
Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi Diduga Sudah Diincar, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Megapolitan
30/03/2026, 22:36 WIB
Angin Puting Beliung Terjang Kelapa Dua Tangerang, Pohon Tumbang dan Atap Stadion Rusak
Megapolitan
30/03/2026, 21:44 WIB
Mengadu Nasib di Jakarta Usai Lebaran: Modal Nekat dan Relasi Keluarga
Megapolitan
30/03/2026, 21:33 WIB
Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi Ternyata Penyintas Stroke
Megapolitan
30/03/2026, 21:24 WIB
Dari Kampung ke Ibu Kota, Cerita Pendatang Coba Peruntungan di Jakarta
Megapolitan
30/03/2026, 21:15 WIB
Tiga Kali Teror Air Keras di Kompleks Bekasi, Dua di Antaranya Sasar Mobil
Megapolitan
30/03/2026, 21:09 WIB
Update Banjir di Jakarta, Sisa 1 RT di Cilandak yang Masih Terendam
Megapolitan
30/03/2026, 21:01 WIB
Anggota DPRD DKI Kerap Terima Aduan Soal Sampah di Tambora, Bau dan Banyak Tikus
Megapolitan
30/03/2026, 20:57 WIB
TAUD Duga Belasan Orang Terlibat Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Minta Dalang Diusut
Megapolitan
30/03/2026, 20:33 WIB
Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Dianiaya 3 Orang di Mapolda Metro Jaya
Megapolitan
30/03/2026, 20:22 WIB
Terungkap Penyebab Kecelakaan Xpander dan Mercedes-Benz di Alam Sutera
Megapolitan
30/03/2026, 19:56 WIB
Pendatang Baru Membanjiri Jakarta, tapi Tak Semua Siap Hadapi Persaingan Kerja
Megapolitan
30/03/2026, 19:43 WIB
Terganggunya Warga oleh Danau Hitam di Taman Bendera Pusaka
Megapolitan
30/03/2026, 19:29 WIB
1
2
3
Next




