Tokoh NU Pertanyakan Prioritas Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis
Arahan News - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Islah Bahrawi menilai kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih diprioritaskan dibandingkan penciptaan lapangan kerja, mencerminkan arah kebijakan negara yang sulit diprediksi.
Awal Kejadian
Melalui platform X pada 30 Januari, Bahrawi menyoroti sejumlah keputusan pemerintah yang dianggap mendadak dan membingungkan. Ia menyebutkan contoh politikus Partai Golkar yang tiba-tiba menjadi hakim Mahkamah Konstitusi, serta pernyataan Kepala Bappenas yang mengutamakan MBG dibandingkan penciptaan lapangan kerja.
Perkembangan
Dalam forum Prasasti Economic Forum 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 29 Januari, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa MBG menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemerintah saat ini, terutama dalam merespons masalah pemenuhan gizi dan kebutuhan dasar masyarakat.
Kondisi Terakhir
Bahrawi mengkritik situasi yang terjadi, di mana ia menyebutkan fenomena seperti PHK mendadak dan insiden keracunan makanan bergizi yang membuat ratusan siswa terpengaruh. Ia menyimpulkan bahwa kondisi ini menunjukkan ketidakpastian yang semakin meningkat dalam arah kebijakan negara.




