Tingkatkan Kesehatan dengan Kebiasaan Tidur yang Baik
Sumber Foto: Kompas.com
Lifestyle

Tingkatkan Kesehatan dengan Kebiasaan Tidur yang Baik

KOMPAS.com - Salah satu aspek penting sebelum tidur yang kerap luput dari perhatian, yaitu sleep hygiene atau kebersihan tidur.

Berbeda dengan kebersihan fisik, sleep hygiene merujuk pada kebiasaan, rutinitas, serta lingkungan yang mendukung tidur berkualitas.

Psikolog berlisensi Luke Allen menjelaskan, sleep hygiene adalah serangkaian praktik yang bertujuan meningkatkan kualitas tidur dan mencegah gangguan tidur.

“Praktik ini mencakup faktor perilaku dan lingkungan yang dapat memengaruhi kualitas tidur,” ujarnya, disadur Real Simple, Kamis (19/2/2026).

Kebiasaan sebelum tidur yang tepat tidak hanya membantu tubuh beristirahat, tetapi juga berperan besar dalam menjaga kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.

Mengapa kebiasaan tidur sangat penting?

Manusia menghabiskan sekitar sepertiga harinya untuk tidur. Oleh karena itu, kualitas tidur memiliki dampak langsung terhadap kesehatan jangka panjang.

Dokter yang ahli dalam topik seputar tidur Robert Satriale menyebutkan, gangguan tidur masih menjadi masalah besar.

“Sekitar satu dari tiga orang dewasa mengalami insomnia setidaknya sekali dalam setahun, dan sepertiganya mengalami gangguan tidur hampir setiap malam,” jelas Satriale.

Ia menambahkan, kebiasaan tidur yang baik terbukti meningkatkan kualitas tidur, yang berperan penting dalam mengatur tekanan darah, menjaga fungsi kognitif, serta mengontrol kadar gula darah.

Lebih jauh, tidur berkualitas juga dikaitkan dengan penurunan nyeri kronis hingga risiko penyakit serius.

Kebiasaan sebelum tidur yang perlu dihindari

Tanpa disadari, banyak rutinitas malam justru merusak kualitas tidur. Mengonsumsi kafein di malam hari, makan berat menjelang tidur, atau tidur di ruangan yang panas dan tidak nyaman termasuk contoh kebiasaan tidur yang buruk.

Makanan pedas dapat memicu gangguan lambung, sementara makanan tinggi gula dan lemak bisa membuat tubuh sulit masuk ke fase tidur nyenyak.

Sementara itu, paparan cahaya biru dari ponsel, tablet, laptop, dan televisi juga menjadi salah satu penyebab utama buruknya kualitas tidur.

Unsplash/alextyson195 Ilustrasi kamar tidur.

“Banyak orang dewasa tidak menyadari dampak menonton televisi hingga larut malam atau menikmati camilan tengah malam,” kata Satriale.

“Padahal, kebiasaan ini secara signifikan menurunkan kualitas tidur. Bahkan cahaya redup dan suara televisi yang samar dapat mengganggu tidur,” lanjutnya.